Israel kembali menggempur wilayah Lebanon bagian selatan pada Kamis (6/8) waktu setempat, setelah melaporkan dua tentaranya tewas saat beroperasi di wilayah tersebut. Serangan terbaru Tel Aviv itu dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang di Lebanon.
Eskalasi kekerasan ini terjadi bersamaan dengan putaran perundingan terbaru antara Israel dan Lebanon, yang berlangsung di Roma, Italia, dengan dimediasi Amerika Serikat (AS).
Perundingan yang dimulai pada Selasa (4/8) itu diperkirakan berlangsung hingga Kamis (6/8). Perundingan ini digelar setelah kedua negara menyepakati pengaturan keamanan yang dimediasi oleh AS pada Juni lalu, yang dimaksudkan untuk meredakan ketegangan di sepanjang perbatasan.
Meskipun gencatan senjata diberlakukan, Israel menetapkan zona penyangga di Lebanon bagian selatan, di mana pasukannya terus beroperasi untuk memusnahkan apa yang mereka sebut sebagai ancaman kelompok Hizbullah terhadap perbatasan Israel.
Pada Rabu (5/8), Israel menuduh Hizbullah memaksanya bertindak dengan melanggar gencatan senjata. Tak lama kemudian, seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (6/8/2026), militer Israel mengumumkan dua tentaranya tewas dan empat tentara lainnya luka-luka di Lebanon bagian selatan.
Itu menjadi kematian pertama di kalangan tentara Israel di Lebanon sejak 28 Juni lalu.
(nvc/idh)





Komentar (0)