REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Universitas Teknologi Surabaya (UTS) mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sentra pengasapan ikan Kelurahan Kenjeran, Surabaya, untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar. Pendampingan dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut menyasar Komunitas Ikan Asap Kenjeran yang beranggotakan 15 pelaku usaha rumahan yang selama bertahun-tahun mengolah hasil tangkapan nelayan menjadi produk ikan asap bernilai tambah. Meski telah menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir, proses produksi yang masih menggunakan tungku tradisional berbahan bakar tempurung kelapa dinilai membuat kualitas produk belum konsisten dan menimbulkan polusi asap di lingkungan sekitar.
Baca Juga
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan UMKM yang Tepat Sasaran
1.500 UMKM Ikuti Festival Belanja Online, Hujan Diskon Menanti
Ketua tim pengabdian UTS Devi Maya Sofa mengatakan program disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan para pelaku usaha agar solusi yang diberikan dapat menjawab persoalan yang dihadapi di lapangan.
"Banyak dari mereka sudah puluhan tahun menekuni usaha ini secara turun-temurun, tetapi keterbatasan teknologi dan informasi membuat hasil produksi belum bisa bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Devi dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebagai solusi, tim dosen UTS memperkenalkan teknologi pengasapan modern Smokehouse yang dirancang lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tingkat kematangan yang lebih seragam, meningkatkan kualitas produk, memperpanjang daya simpan ikan asap, sekaligus mengurangi asap pembakaran yang selama ini menjadi keluhan warga.
Selain aspek produksi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai keamanan pangan dan higienitas proses pengolahan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat baru sebagian kecil pelaku usaha yang telah memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Pendampingan juga mencakup penguatan identitas merek, desain kemasan, hingga legalitas usaha agar produk ikan asap Kenjeran memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Untuk memperluas pemasaran, UTS mengembangkan sebuah situs web yang menghimpun profil seluruh anggota Komunitas Ikan Asap Kenjeran dalam satu platform. Kehadiran situs tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengenal berbagai produk ikan asap khas Kenjeran sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Menurut UTS, peningkatan kualitas produksi dan pemasaran diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi masyarakat pesisir. Dengan meningkatnya permintaan produk olahan, nelayan sebagai pemasok bahan baku juga diharapkan memperoleh manfaat ekonomi.
Program pengabdian ini turut melibatkan dosen UTS Wahyu Fahmy Rizaldi yang mendampingi aspek legalitas usaha, Ika Fitri Ulfindrayani yang menangani keamanan pangan dan higienitas produksi, serta mahasiswa UTS dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan di lapangan.
Melalui program tersebut, UTS berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memperkuat daya saing UMKM lokal sekaligus mendorong pengembangan produk olahan perikanan khas Surabaya agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Komentar (0)