Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Palu mengembangkan sistem pertanian Hidroganik demi mendongkrak produktivitas pertanian. Hidroganik cocok diterapkan di kawasan perkotaan karena memadukan sistem hidroponik organik dengan optimalisasi lahan sempit.
“Kami mengembangkan hidroganik sebagai salah satu bentuk penerapan Urban Farming yang dapat memanfaatkan lahan sempit secara lebih produktif,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu Lukman di Palu.
Advertisement
Integrasi ini menggabungkan tanaman bermedia tanah-bokashi dengan kolam ikan di bawah instalasi yang menyuplai nutrisi secara alami. Melalui proses metabolisme ikan tersebut, pasokan hara tanaman dapat terpenuhi sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk kimia.
Sistem hidroganik cukup fleksibel untuk beragam jenis komoditas. Mulai dari sayuran daun, cabai, tomat, bawang, sampai padi.
Tahap awal pengembangan, Pemkot Palu menyebar 3.000 benih lele serta 1.000 benih nila di dua unit instalasi. Tak hanya sektor perikanan, penanaman bawang merah dan varietas khas Lembah Palu turut dimulakan sebagai komoditas perdana.
“Ini menjadi langkah awal pengembangan model pertanian perkotaan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan di Kota Palu,” ucapnya, seperti dilansir Antara.





Komentar (0)