Bapanas Pastikan Pasokan Bawang Putih Nasional Tetap Aman di Tengah Sorotan Kenaikan Harga

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan bawang putih nasional tetap aman dan terjaga melalui penguatan pengawasan, distribusi, serta koordinasi lintas kementerian untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran di tengah kenaikan harga yang sempat memicu inflasi pangan.

Pemerintah Perkuat Koordinasi Kendalikan Pasokan dan Harga

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Hermawan mengatakan inflasi pangan nasional masih dalam kondisi terkendali, termasuk untuk komoditas bawang putih yang belakangan menjadi perhatian.

Ia mengungkapkan, "Khususnya komoditas bawang putih yang belakangan menjadi sorotan."

Hermawan menjelaskan pemerintah telah menggelar dua rapat koordinasi untuk merespons kenaikan harga bawang putih yang sempat memicu tekanan inflasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Rapat pertama dipimpin Wakil Kepala Polri bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan sejumlah pihak terkait dengan fokus mempercepat produksi bawang putih dalam negeri agar pasokan domestik semakin terjamin.

Sementara rapat kedua yang dipimpin Bapanas membahas perkembangan pasokan dan harga di dua pasar induk utama, yakni Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Tanah Tinggi.

Distribusi dan Pemantauan Harga Terus Diperkuat

Bapanas mencatat pasokan bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati mencapai 109 ton atau meningkat 153,49 persen dengan harga sekitar Rp23.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Induk Tanah Tinggi harga terpantau stabil di kisaran Rp29.000 per kilogram.

Hermawan mengungkapkan, "Meski pasokan dan harga di kedua pasar induk relatif terkendali, ada masukan dari distributor terkait pengaturan kuota impor. Keterbatasan pasokan berpotensi menekan ruang distribusi dan marjin usaha apabila kenaikan harga tidak dapat diteruskan kepada pedagang maupun konsumen."

BPS mencatat jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga bawang putih pada Juli 2026 mencapai 248 daerah, turun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 261 daerah.

Bapanas juga meminta pemerintah daerah membedakan pencatatan harga bawang putih jenis honan atau bonggol dan kating karena keduanya memiliki karakteristik serta tingkat harga yang berbeda.

Hermawan mengatakan, "Kedua jenis ini memiliki karakteristik dan tingkat harga yang berbeda sehingga pencatatannya tidak bisa disamakan."

Bapanas turut mendorong BUMN Pangan dan pemerintah daerah melakukan intervensi distribusi secara tepat sasaran di wilayah yang harga bawang putihnya masih berada di atas harga acuan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ong Seong-wu Gelar Fanmeeting di Jakarta 2026, Catat Tanggalnya!
• 9 jam lalu
0
thumb
Luis Figo Desak Presiden FIFA Gianni Infantino Mundur: Terlambat untuk Selamatkan Martabatnya
• 9 jam lalu
0
thumb
DPD Undang JK Hadiri Sidang Tahunan MPR: Kumpulkan Tokoh Bangsa
• 23 jam lalu
0
thumb
Pesantren dan Sekolah Asrama dengan 1.000 Siswa Boleh Bangun Dapur MBG
• 26 menit lalu
0
thumb
Ternyata Ini Alasan Febby Rastanty Mau Main Biarkan Hati Bicara
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.