Sragen: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian kemarau berdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Ratusan kepala keluarga dilaporkan mengalami krisis air bersih.
"Musim kemarau yang masih berlangsung menyebabkan penyusutan debit air sungai dan sumur-sumur warga," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dia menyebut sebanyak 448 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan air bersih. Merespons hal itu, BPBD Kabupaten Sragen bersama aparat terkait kembali mendistribusikan 41.000 liter air bersih untuk warga terdampak.
Baca Juga :
888 Warga Tulungagung Terdampak Kekeringan Akibat KemarauIlustrasi - Penyaluran air bersih ke daerah terdampak kekeringan. (DOK: BNPB)
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana kekeringan untuk selalu mempersiapkan diri dan bersiaga menghadapi potensi bencana akibat kemarau. Adapun antisipasi yang dapat dilakukan antara lain bersikap selektif dan bijak menggunakan air bersih, serta menyiapkan cadangan air bersih yang cukup untuk keluarga.
Sementara itu, untuk pemerintah daerah agar rutin mendistribusikan air bersih dan melakukan pengeboran sumur-sumur warga untuk mendapatkan pasokan air yang lebih banyak. BNPB terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan BPBD di seluruh Indonesia untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.





Komentar (0)