Lama Tak Terdengar Kabarnya, Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua Penghimpunan Dana Buat Negara Miskin

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) Ke-22.

Dalam jabatannya itu, Sri Mulyani bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun peminjam.

Baca Juga :
Purbaya Tambah Penempatan Dana SAL Rp 40 Triliun di Himbara, Senin Depan Ditambah Rp 30 Triliun
Layanan 'Take Over' Pembiayaan Dinilai Jadi Solusi Bagi Kebutuhan Dana Tunai Cepat

Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia, yang dikutip di Jakarta, Kamis, Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe.

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” sebut0 Bank Dunia.

Pertemuan pengisian kembali dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.

Pertemuan itu bertujuan menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yakni lembaga pendanaan Grup Bank Dunia untuk negara-negara termiskin, serta memberikan kesempatan kepada para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA.

IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah di seluruh dunia.

IDA memberikan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah serta hibah kepada negara-negara untuk membiayai proyek dan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di berbagai belahan dunia.

Sejak 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk investasi di 115 negara.

Siklus pengisian kembali dana IDA22 akan secara resmi diluncurkan dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.

Sementara itu, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.

IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga 2031.

Adapun sejak IDA18, pertemuan pengisian kembali dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama yang terdiri atas seorang tokoh independen terkemuka yang memiliki pengetahuan memadai tentang bank pembangunan multilateral serta seorang perwakilan tingkat tinggi Bank Dunia yang ditunjuk oleh Presiden lembaga tersebut.

“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tambah Bank Dunia. (Ant)

Baca Juga :
Total Dana SAL di Himbara Capai Rp 400 Triliun, Purbaya: Kalau Masih Kurang, Saya Tambah!
Pemanfaatan Dana Keistimewaan Yogyakarta Berhasil Berdayakan Masyarakat
Said Abdullah Salurkan Dana Reses Buat Bedah Rumah Warga di Madura

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Juanda: Cuaca Jatim Didominasi Cerah, Hujan Ringan Berpeluang Terjadi Pagi hingga Dini Hari
• 15 jam lalu
0
thumb
PD AIJ Sumut Kembali Amankan Aset Pemprov di Binjai, Lima Rumah Dinas Eks Bioskop Ria Dibongkar
• 6 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo soal Praperadilan Jilid 3: Bukan Ditolak, Tapi Belum Diterima
• 11 jam lalu
0
thumb
Ungu adopsi konsep MV lamanya di MV "Utara-Selatan"
• 20 jam lalu
0
thumb
Bikin Konten Manipulasi AI Presiden Prabowo, Karyawan di Cimahi Diciduk Polisi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.