Menko Zulhas Sebut Ponpes Bisa Bangun Dapur MBG, Ini Syaratnya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengizinkan pondok pesantren (ponpes) dan sekolah berbasis keagamaan berasrama untuk membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas dalam rangka Perbaikan Tata Kelola Program MBG bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Baca Juga :
Kepala BRIN Ungkap Bakal Paparkan 12 Klaster Produk ke Prabowo, Salah Satunya soal Program MBG
BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG Urus SLHS hingga 10 Agustus 2026

Rapat itu juga diikuti Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono hingga perwakilan berbagai kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Zulhas menuturkan, ponpes boleh mengelola dapur MBG secara mandiri asalkan memiliki lebih dari 1.000 santri atau siswa.

Kemudian, dapur tersebut juga wajib memenuhi standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada para santri dan santriwati.

"Tadi sudah diputuskan pondok-pondok atau sekolah berbasis keagamaan dan yang boarding, yang di atas 1.000 ke atas mereka boleh bikin dapur tapi terstandar SPPG, gitu," kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis, 6 Agustus 2026.

Zulhas menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan mempermudah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di lembaga pendidikan berasrama yang memiliki jumlah penerima manfaat dalam skala besar.

"Nah, itu memudahkan. Jadi misalnya pondok yang punya 2.000 siswa atau santri, yang boarding mungkin yang 2.000, mereka bisa buat di dapur tempatnya tetapi harus standar dengan SPPG yang juga nanti punya SLHS (Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi). Itu rapat kami tadi," jelasnya.

Sementara itu, pesantren dan sekolah berasrama yang memiliki kurang dari 1.000 santri atau siswa diarahkan memanfaatkan layanan dari SPPG terdekat agar pelaksanaan program tetap efisien.

Pemerintah berharap pengaturan tersebut memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan seluruh penerima manfaat memperoleh makanan bergizi yang memenuhi standar keamanan dan kualitas nasional.

Sebelumnya pemerintah terus melakukan percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencapai target 82,9 juta penerima hingga akhir tahun 2026, termasuk untuk siswa di pesantren yang hingga saat ini tercatat masih 10 persen.

Baca Juga :
Kepala BGN Ungkap Penyebab Siswa di Jayapura Keracunan MBG: SPPG Masak Terlalu Awal
Kepala BGN Ungkap Rencana Rekrut Chef hingga Catering untuk Masak Menu MBG
BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG Paling Banyak Gegara Masak Terlalu Cepat

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
128 Ribu Orang Ikut War Tiket Upacara HUT RI di Hari Pertama, Ada dari LN
• 11 jam lalu
0
thumb
Jangan Tunggu Kaya Dulu, Ini Waktu Terbaik Mulai Investasi Emas untuk Dana Pensiun
• 20 jam lalu
0
thumb
Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran, Survei LSI: Kepercayaan Publik Tembus 78,7 Persen
• 1 jam lalu
0
thumb
Mengulas 2 Momen Timnas Indonesia Vs Singapura di Laga Krusial Piala AFF: Pernah Berakhir Pahit, tapi Lolos Petaka di 2016
• 7 jam lalu
0
thumb
Usut Tuntas Kasus Klatos, OC Kaligis: Perkara Perdata Dipidanakan, Ini Bentuk Kriminalisasi!
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.