HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kegagalan tak membuat Ghizelle Joicellyne mengubur impiannya menjadi atlet PB Djarum. Setahun berselang, ia terbang dari Bandung demi mimpi lolos audisi 2026. Perjalanan ribuan kilometer dari menjadi bukti keseriusannya mengejar cita-cita.
Dara kelahiran Bandung, 20 Agustus 2014, itu berhasil melewati babak kedua tahap turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Dafest, Makassar, Kamis (6/8/2026).
Menghadapi Khairan Niswa Kusuma, Ghizelle tampil percaya diri dan mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-9 untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Hasil tersebut menjadi jawaban atas kerja keras yang ia lakukan selama setahun terakhir. Pada Audisi Umum PB Djarum 2025 di Kudus, langkahnya harus terhenti lebih awal setelah gagal melewati tahap screening.
“Saya dari Bandung ke Makassar bersama Papa dan Mama. Ini audisi kedua saya. Sebelumnya saya ikut Audisi Umum PB Djarum di Kudus pada 2025, tetapi saat itu saya kalah di tahap screening,” ujar Ghizelle, dilansir pbdjarum.org.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, Ghizelle memilih menjadikan kegagalan itu sebagai motivasi. Ia meningkatkan intensitas latihan sekaligus memperbaiki mental bertanding agar tampil lebih siap saat kembali mengikuti audisi tahun ini.
“Kali ini saya lebih siap karena sudah berlatih lebih serius daripada sebelumnya. Saya juga lebih percaya diri sekarang,” katanya.
Di balik perjuangannya menuju Makassar, tersimpan cerita yang menjadi awal lahirnya mimpi besar tersebut. Kecintaannya terhadap bulu tangkis berawal sekitar enam tahun lalu ketika sang ayah mengajaknya bermain dan memperkenalkannya dengan atlet ganda putra Pelatnas, Raymond Indra.
Pertemuan dengan Raymond, yang merupakan putra teman ayahnya, menjadi titik balik bagi Ghizelle. Dari obrolan sederhana, ia mulai mengenal kehidupan seorang atlet dan besarnya peluang yang bisa diraih melalui PB Djarum.
“Awalnya saya tidak pernah kepikiran menjadi atlet bulu tangkis. Waktu itu Papa mengajak saya bermain bulu tangkis dan bertemu dengan Ko Raymond. Beliau bercerita bahwa menjadi atlet bulu tangkis itu menyenangkan, apalagi kalau bisa masuk PB Djarum. Dari situ saya mulai tertarik,” ungkapnya.
Sejak saat itu, Ghizelle semakin rajin berlatih sambil menanamkan satu target besar dalam benaknya, yakni menjadi bagian dari klub yang telah melahirkan banyak pebulu tangkis kelas dunia.
“Saya juga melihat banyak atlet hebat yang lahir dari PB Djarum. Sejak saat itu saya punya mimpi untuk menjadi atlet PB Djarum dan suatu hari nanti menjadi pemain bulu tangkis yang hebat,” tutur Ghizelle. (*)






Komentar (0)