Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewajibkan seluruh maskapai, baik nasional maupun asing, memperketat pengawasan terhadap pilot dan kru pesawat, termasuk melalui tes urine secara acak sebelum penerbangan menuju Indonesia.
Permintaan itu disampaikan menyusul kasus pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi yang diduga menyelundupkan 26 kilogram narkotika dari Malaysia ke Indonesia. Huda juga menyoroti dugaan pilot tersebut mengkonsumsi narkotika saat menerbangkan pesawat.
Menurut Huda, kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelundupan narkotika, tetapi juga mengancam keselamatan penerbangan.
“Kasus ini menjadi indikator jika sindikat narkoba internasional telah mengeksploitasi celah pengamanan moda transportasi udara dengan memanfaatkan kru pesawat untuk menjalankan misinya,” kata Huda saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (6/8).
Saufi dalam penerbangan MH727 rute Kuala Lumpur-Jakarta pada 29 Juli 2026 duduk sebagai kopilot.
Soroti Celah Pengamanan BandaraHuda menilai, pengakuan pelaku yang disebut telah tiga kali menjalankan aksinya menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pengamanan penerbangan, baik di bandara keberangkatan maupun bandara tujuan.
“Fakta bahwa pelaku mengakui sudah tiga kali melancarkan aksinya membuktikan adanya kelemahan kronis pada sistem screening di bandara keberangkatan (Bandara KLIA Malaysia) maupun kelengahan sistem deteksi dini di bandara kedatangan kita sebelum akhirnya berhasil dibongkar oleh Bea Cukai dan aparat penegak hukum di Bandara Soetta,” jelasnya.
Saufi mengaku tiga kali menyelundupkan narkoba. Pertama sebanyak 7 kg sabu via Bandara Soetta, kedua ke Sabah, dan ketiga via Soetta dan kemudian terciduk.
Huda menduga terdapat penyalahgunaan jalur khusus bagi kru pesawat yang selama ini mendapat perlakuan berbeda dalam proses pemeriksaan keamanan.
“Kami menduga ada penyalahgunaan jalur khusus oleh kru pesawat dalam melancarkan aksinya. Selama ini memang kru pesawat kerap tidak mendapatkan pemeriksaan memadai atas nama integritas profesi. Padahal ini bisa menjadi celah bagi berbagai aksi kejahatan termasuk penyelundupan narkoba,” kata politikus PKB ini.
Karena itu, Huda meminta Kemenhub mengevaluasi prosedur pemeriksaan kru pesawat di seluruh bandara di Indonesia.
“Oleh karena itu ke depannya kami mendesak Kemenhub menginstruksikan seluruh otoritas bandara di Indonesia agar tidak memberikan keistimewaan prosedur pengamanan bagi kru pesawat. Jalur khusus kru tetap wajib memperlakukan standar pemeriksaan bagasi dan body scanning sama ketatnya dengan penumpang umum,” ucap Huda.
Selain itu, ia meminta maskapai meningkatkan pengawasan internal melalui pemeriksaan kesehatan dan tes urine acak terhadap awak pesawat sebelum bertugas.
Selama ini kru pesawat memang mendapatkan jalur khusus (fast track) dan prosedur pemeriksaan yang lebih ringkas demi efisiensi waktu operasional dan ketepatan jadwal penerbangan (on-time departure), Hal inilah yang dimanfaatkan oleh kru nakal.
Polisi Malaysia Selidiki Dugaan Keterlibatan Petugas KLIASebelumnya, Kepolisian Malaysia (PDRM) mengidentifikasi seorang petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang diduga terkait dengan kasus pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi.
Saufi ditangkap setelah mendaratkan pesawat Malaysia Airlines MH727 yang membawa 170 penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu (29/7).
Direktur Departemen Investigasi Narkotika (JSJN) Bukit Aman/PRDM Datuk Hussein Omar Khan mengatakan, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Sejauh ini kami sudah mengidentifikasi satu orang. Kami akan memanggilnya untuk diperiksa. Jika diperlukan, kami akan melakukan penangkapan,” kata Hussein, dikutip dari Bernama, Rabu (5/8).
Menurut Hussein, orang yang dimaksud merupakan salah satu petugas di KLIA.
“Kami juga bekerja sama dengan pihak Indonesia untuk melihat keterkaitannya dengan sindikat di Indonesia,” lanjutnya.






Komentar (0)