Dewan Pengawas (Dewas) Danantara Indonesia membahas pembentukan struktur Komisaris dan Direksi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) hingga utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Pembahasan dilaksanakan dalam rapat rutin Dewas Danantara Indonesia, Kamis (6/8), dihadiri oleh seluruh anggota yakni Menpora Erick Thohir, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Bidang PM Cak Imin, Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menko PMK Pratikno.
Prasetyo mengatakan rapat koordinasi rutin tersebut salah satunya membahas skema penyelesaian utang KCIC yang dialihkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Hari ini rapat koordinasi rutin saja ke Badan Pelaksana BPI Danantara bersama dengan Dewan Pengawas BPI Danantara. (Utang KCIC) yang akan menanggung adalah dari Kementerian Keuangan," jelasnya kepada awak media, Kamis (6/8).
Dia menyebutkan, skema pembayaran utang KCIC oleh Kemenkeu masih dibahas oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
"Ya skemanya nanti Pak Purbaya yang ngatur," kata Prasetyo.
Sementara itu, Airlangga menjelaskan bahwa rapat tersebut juga membahas perubahan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) dan RKAP Danantara Indonesia karena pembentukan PT DSI dan Danantara Development Management Fund (DDMF).
"Perubahan RKAT akibat beberapa kebijakan yang diprioritaskan, antara lain pembentukan DSI dan DDMF. Jadi itu semuanya akan disesuaikan. Hasilnya disetujui perubahan," jelas Airlangga.
Airlangga menyebutkan, struktur Komisaris dan Direksi PT DSI akan diumumkan setelah pembahasan rampung. Adapun PT DSI dipimpin oleh Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama.
"Sekarang dalam proses sehingga penganggaran format direksi komisaris sudah dilengkapi," tuturnya.
Sementara itu, terkait dengan KCIC, dia hanya menegaskan bahwa sudah ada keputusan dengan Menkeu. Dia memastikan sudah ada pembahasan juga dengan pihak China.
"KCIC juga sudah ada keputusan dengan Menteri Keuangan. Sudah (dikomunikasikan) ya kalau penyelesaian selalu baik," ungkap Airlangga.
AHY menambahkan rapat rutin itu secara umum membahas progress Danantara terhadap sejumlah proyek investasi yang akan dikawal pada tahun-tahun mendatang, khususnya membantu pembangunan infrastruktur dan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.
"Saya juga bicara dan bertanya sekaligus bagaimana kita ingin menyelesaikan urusan kereta cepat, restrukturisasi keuangan dan sudah dijelaskan tadi oleh CEO maupun COO Danantara sudah duduk bareng kita semua," ujarnya.
AHY menyebutkan koordinasi terkait utang KCIC sudah berlangsung antara Kementerian Perhubungan dan Kemenkeu. Dia pun menyambut baik keputusan pengalihan utang tersebut oleh Kemenkeu.
"Sudah disepakati nanti pada saatnya akan seperti yang kemarin juga teman-teman sudah mendengarkan dari Menteri Keuangan akan mengambil alih dari apa yang telah dibicarakan selama ini terkait dengan restrukturisasi keuangan KCIC," imbuhnya.
Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa rapat koordinasi Dewas juga membahas terkait konsolidasi BUMN terkait dengan pengelolaan kawasan industri. Menurutnya, kawasan industri di Indonesia perlu ditingkatkan daya saingnya, terutama dari sisi infrastruktur dasar dan konektivitas.
"Kalau kita ingin punya daya tarik dibandingkan misalnya dengan negara-negara tetangga kita bisa dikatakan Vietnam yang begitu agresif sekarang, Thailand dan lain sebagainya maka kawasan industri kita juga harus memiliki kesiapan secara infrastruktur kemudian juga bisa lebih kompetitif dan ini juga yang menjadi salah satu prioritas dari danantara agar ini bisa semakin baik dikelolaan ke depan," tandas AHY.






Komentar (0)