Banyuwangi, tvOnenews.com – Sistem sterilisasi total akhirnya resmi diberlakukan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Bali. Kebijakan ini mewajibkan seluruh individu, petugas, hingga pengguna jasa terdata dan teridentifikasi secara pasti. Ini harus diberlakukan untuk menjamin keselamatan serta keamanan pelayaran.
Di aturan baru ini, pengguna jasa yang diperbolehkan masuk ke area pelabuhan adalah yang telah memiliki tiket sah dan datanya sesuai dengan dokumen identitas diri (manifest).
"Setiap individu dan instansi di dalam pelabuhan harus terdata. Steril dan teridentifikasi. Pengguna jasa yang masuk adalah yang tiketnya sah dan datanya sesuai. Aspek safety ini kita dorong dari pelabuhan, saat naik kapal, hingga sampai di tujuan," ujar Direktur Operasi & Transformasi (COO & CTO) ASDP Indonesia Ferry ujar Rio Theodore Natalianto Lasse.
Pemisahan tegas juga diterapkan antara pengguna jasa dan pekerja pelabuhan. Petugas pelayanan, pengurus Jasa Pengurusan Transportasi (JPT), hingga pedagang asongan kini diwajibkan menggunakan tanda pengenal (ID card) sah dan rompi khusus berwarna kuning.
"Bahkan Bapak/Ibu asongan juga sudah mulai pakai rompi kuning. Jadi semua sudah terdata dan sepakat mendukung. Kalau ada yang tidak berkepentingan, langsung tidak bisa masuk. Ini bukan sekadar tindakan teknis, tapi mengubah mindset dan budaya," tegas Rio.
Manajemen ASDP bersama Direktur Eksekutif 3 dan General Manager Pelabuhan Ketapang juga menginstruksikan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada seluruh agen perwakilan penjual tiket dalam menginput data calon penumpang. Langkah tegas ini mendapat apresiasi penuh dari asosiasi pengusaha kapal penyeberangan.
Sekretaris Jenderal DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), Aminuddin Rifai, menyampaikan kebijakan sterilisasi ini merupakan penantian panjang selama satu dekade yang baru terealisasi hari ini.
"Kita ingin mengubah kultur bahwa keselamatan itu menjaga diri sebelum masuk pelabuhan, naik kapal, hingga sampai tujuan. Kami dari asosiasi sangat mendukung penuh. Perlu dicatat, wacana ini sudah ada sejak 10 tahun lalu, tapi hari ini kita punya keberanian untuk melakukannya," tegas Aminuddin kepada awak media.





Komentar (0)