Serangan Drone Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 1 Warga, 12 Terluka

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tebnine: Sedikitnya satu warga sipil Lebanon tewas dan 12 lainnya terluka akibat serangan drone Israel di Kota Tebnine, Lebanon selatan, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan saat putaran kedua perundingan antara Lebanon dan Israel berlangsung di Roma, Italia.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan Israel menghantam atap ruang salat di area pemakaman Kota Tebnine, Distrik Bint Jbeil.

Kementerian Kesehatan Lebanon kemudian mengonfirmasi serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 12 lainnya.

"Serangan terjadi setelah drone Israel menghantam Tebnine, memicu kebakaran serta ledakan amunisi Israel yang sebelumnya belum meledak,” sebut laporan tersebut, dikutip dari Anadolu.

Di lokasi terpisah, sekitar 15 keluarga yang masih bertahan di Desa Mansouri meninggalkan rumah mereka setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi.

Peringatan itu merupakan yang pertama dalam hampir enam pekan dan dikeluarkan sebelum militer Israel mengumumkan dimulainya apa yang disebut sebagai "serangan presisi" di Lebanon selatan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hizbullah.

Pengumuman tersebut menyusul ledakan alat peledak di dekat pasukan Israel di wilayah Majdal Zoun, Lebanon selatan.

Media Israel melaporkan ledakan itu menyebabkan korban di pihak militer Israel, dengan empat tentara yang mengalami luka serius dievakuasi menggunakan helikopter militer ke Rumah Sakit Rambam.

Hingga kini, militer Israel belum mengumumkan jumlah korban secara resmi. NNA juga melaporkan pasukan Israel memicu kebakaran di kawasan hutan Shmeis di pinggiran Kfar Shouba. Kebakaran dikhawatirkan meluas akibat angin kencang dan suhu tinggi.

Terjadi di Tengah Perundingan Gencatan Senjata
Serangan tersebut terjadi meski Lebanon dan Israel telah menandatangani kerangka perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni. Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki sebagai imbalan atas pengerahan tentara Lebanon dan pelucutan senjata kelompok bersenjata, yang merujuk pada Hizbullah.

Pertemuan di Roma pada Rabu merupakan hari kedua putaran kedua perundingan kedua negara. Sebelumnya, lima putaran perundingan telah digelar di Washington dalam proses yang disponsori Amerika Serikat.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, operasi militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.250 lainnya.

Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk daerah yang telah dikuasai selama beberapa dekade serta wilayah yang direbut dalam perang 2023-2024. Dalam ofensif terbarunya, pasukan Israel juga disebut telah masuk lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapan Jokowi Mulai Berpikir Dinasti Politik? Ternyata Sejak Tahun Ini
• 5 jam lalu
0
thumb
Melihat PKL Kerja Bakti, Bupati Lumajang Langsung Ikut Ngepel Alun-alun
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK: Pejabat di Kemenhut Terima Uang SGD12.500 dari Pemkab Kuansing!
• 19 jam lalu
0
thumb
Antisipasi Kabut Asap, Pemkab Kotawaringin Timur Sesuaikan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
• 1 jam lalu
0
thumb
Fakta Baru Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Diduga Punya Niat Kuasai Harta dan Bunuh Korban
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.