Jajaran peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diundang Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8). Ada sejumlah riset yang akan dipaparkan kepada Prabowo.
"Ya kami paparkan ya overall ya dari 12 klaster," kata Kepala BRIN Arif Satria kepada wartawan.
Arif mengatakan, sektor riset yang dipaparkan mulai dari soal makan bergizi gratis (MBG), antariksa, hingga nuklir.
"Isu pangan, isu riset tentang pangan, riset tentang energi, riset tentang berkaitan untuk bisa mensupport produk kita untuk kampung nelayan, produk kita untuk MBG, kemudian juga riset antariksa, riset penerbangan, riset nuklir, kemudian riset logam tanah jarang, ya kemudian riset perumahan, riset transportasi, riset kesehatan," jelas dia.
Dalam acara ini, Arif menjelaskan, akan ada 150 peneliti BRIN yang akan hadir. Menurutnya, para peneliti ini senang sebab bisa mendapat kepercayaan dari Prabowo.
Arif menyebut, hasil riset BRIN ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung program pemerintah.
"Temuan-temuan BRIN yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa. Persoalan sampah, persoalan giant sea wall, kemudian juga persoalan air, persoalan pangan, dan juga persoalan lainnya," ujarnya.
Ia mencontohkan, di bidang energi, ada solusi untuk menghemat gas dengan menggunakan Adsorbed Natural Gas (ANG).
"Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar ya, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," tutur Arif.
"Begitu pula dalam bidang pangan, kami juga punya peralatan pertanian, juga punya varietas-varietas unggul yang Bapak Presiden juga sering menyampaikan tentang bagaimana menghasilkan padi di lokasi yang memang memiliki lahan asin. Nah itu padi biosalin," sambungnya.






Komentar (0)