Kasus Keracunan MBG di Papua-Semarang, Hasil Laboratorium Temukan Ada Bakteri E. Coli

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Kementerian Kesehatan telah menindaklanjuti temuan bakteri E. coli dalam kasus keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dan Semarang (Jawa Tengah). Kemenkes memberikan masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar perkara itu tak terulang. 

"Begitu itu ada keracunan, tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah turun. Laporannya sudah ada, hasil labnya juga sudah ada, jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya, bukan hanya semangka tapi ada beberapa makanan lain," kata Menkes Budi Gunadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Baca Juga
  • Trump Berang AS Disebut Kehabisan Amunisi, Janji Penjarakan Pembocor
  • Kalahkan Calon dari Pelobi Israel, El Sayed Buat Gedung Putih Kebakaran Jenggot, Trump Kecewa
  • Trump Murka kepada Menhan Hegseth Usai AS Batalkan Rencana Serangan Besar ke Iran

Kemenkes, kata ia, memberikan saran-saran kepada BGN mengenai masalah-masalah yang ditemukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mengapresiasi kecepatan respons Kepala BGN Sudaryono atas masukan-masukan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BGN Sudaryono mengatakan keracunan merupakan hal fatal dan menyangkut nyawa seseorang, sehingga tindakan yang diberikan pun tegas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Target saya adalah gimana caranya, apapun caranya, bagaimana caranya, itu kemudian nol case keracunannya," ujar Sudaryono.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenhut Perkuat Diplomasi untuk Dorong Indonesia Menjadi Pemimpin Kehutanan Global
• 1 jam lalu
0
thumb
Krisis Kali Bekasi yang Mengusik Warga: Bau Menyengat, Busa Putih, hingga Air Menghitam
• 7 jam lalu
0
thumb
Kuningan Gempar! Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Sungai, Polisi Cari Pelaku
• 22 jam lalu
0
thumb
Misteri Belum Terungkap di Kasus Mutilasi Depok
• 8 jam lalu
0
thumb
Interpol Ungkap 55 Persen Kejahatan Siber di Afrika Gunakan AI, Kerugian Tembus Rp8,6 Triliun
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.