Rehat Dulu, IHSG Sesi Pertama Stagnan di Level 6.351

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak stagnan pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir perdagangan sesi pertama pukul 12.00 WIB IHSG berada di level 6.351,22 atau tidak bergerak dari penutupan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan sesi satu IHSG bergerak di rentang bawah 6.324 hingga tertinggi sempat menyentuh level 6.388.

Nilai transaksi relatif ramau atau mencapai Rp 10,36 triliun dengan volume perdagangan 34,72 miliar saham dalam 1,63 juta kali transaksi. Sebanyak 274 saham menguat, 333 saham melemah, dan 184 saham masih belum bergerak.


Baca: BP BUMN dan Danantara Beri Sinyal Boyong BUMN IPO, Ini Daftarnya

Tiga sektor dengan penguatan tertinggi termasuk utilitas, industri dan konsumer primer. Sementara itu sektor kesehatan, teknologi, properti dan finansial tercatat mengalami koreksi hari ini.

Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia-Pasifik yang cenderung bervariasi. Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah sekitar 0,5%, sementara Topix bergerak tipis di zona hijau. Di Korea Selatan, Kospi terkoreksi sekitar 1,8%, sedangkan Kosdaq menguat tipis. Adapun indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik sekitar 0,1%.

Sentimen pasar pada perdagangan hari ini cenderung positif, ditopang kombinasi katalis domestik dan global. Dari dalam negeri, optimisme datang setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II-2026, melampaui konsensus pasar sebesar 5,12%.

BPS juga melaporkan tingkat kemiskinan turun ke level terendah sejak 1999 dan tingkat pengangguran menyentuh posisi terendah dalam lebih dari tiga dekade. Pemerintah turut menambah stimulus ekonomi pada semester II-2026, mulai dari bantuan sosial, insentif transportasi, penempatan dana SAL Rp70 triliun di Himbara untuk memperkuat likuiditas perbankan, hingga penundaan pemungutan pajak e-commerce guna menjaga daya beli masyarakat.

Dari eksternal, harapan meredanya konflik AS-Iran terus menopang sentimen risiko setelah negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz dilaporkan mengalami kemajuan.

Prospek tersebut membuat harga minyak bertahan dalam tren melemah sehingga berpotensi meredakan tekanan inflasi global. Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve, meski aktivitas sektor jasa AS masih berada di zona ekspansi.

Kombinasi sentimen tersebut diharapkan kembali menopang pergerakan aset berisiko, termasuk IHSG dan rupiah pada perdagangan hari ini.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Profit Taking di Awal Agustus, IHSG Longsor ke Zona Merah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Transaksi Judol Meledak 226 Juta Kali, Komisi III: Polri Tak Boleh Kalah Cepat dari Bandar
• 7 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 6 Agustus 2026 Meroket, Cek Harganya!
• 15 jam lalu
0
thumb
Profil Kesha Ratuliu, Keponakan Mona Ratuliu yang Dituding Lakukan Penipuan Lewat Link Affiliate, Langsung Beri Bantahan!
• 9 jam lalu
0
thumb
BRIN Bikin Sepatu Lokal Pesanan Prabowo, Harganya Kurang dari Rp 80 Ribu
• 10 jam lalu
0
thumb
Tak Hanya Masyarakat RI, Istana Ungkap WN AS hingga Arab Saudi Ikut War Tiket Upacara HUT ke-81
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.