Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang disebut mencapai Rp16 juta per bulan.
Menurut Purbaya, angka tersebut tidak sesuai dengan informasi yang diterimanya. Ia menilai nominal Rp16 juta terlalu besar untuk skema yang tengah disiapkan pemerintah.
“Kalau Rp16 juta pasti salah, kegedean kayaknya. Saya dengar UMP lebih sedikit saja, masih ketinggian,” kata Purbaya saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).
Meski demikian, Purbaya mengaku hingga kini pemerintah belum menetapkan besaran gaji final bagi para manajer Kopdes Merah Putih. Namun, ia memastikan nilainya tidak akan mendekati angka Rp16 juta per bulan.
“Kita belum lihat angkanya, tapi enggak sampai segitu pasti. Kalau segitu ya kita enggak setujui saja,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas informasi yang ramai beredar di media sosial terkait besaran gaji manajer Kopdes Merah Putih.
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan pemerintah tengah menyusun skema pembiayaan operasional awal bagi Kopdes Merah Putih.
Dalam skema tersebut, gaji manajer koperasi direncanakan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama dua tahun pertama operasional.
Ketentuan mengenai pembiayaan tersebut akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini masih berada pada tahap finalisasi.
“(Gaji manajer bersumber dari) APBN. Sementara APBN selama dua tahun,” ujar Ferry pada 28 Juli lalu.
Meski telah memastikan sumber pendanaannya, Ferry belum bersedia mengungkap besaran gaji yang akan diterima para manajer koperasi. Ia menyebut nominal tersebut masih dibahas dalam proses penyusunan Perpres. []






Komentar (0)