Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membagikan kisah masa kecilnya sebagai anak seorang guru saat membuka Workshop Nasional Creativity Day for Teachers (CDFT) 2026 di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (6/8).
Di hadapan 500 guru PAUD dan TK, Pramono mengatakan latar belakang keluarganya membentuk keyakinannya bahwa pendidikan merupakan kunci memutus rantai ketimpangan.
“Karena latar belakang saya, saya ini anaknya guru, tujuh bersaudara, enggak mungkin bisa pada waktu itu kuliah di ITB kalau kemudian enggak dapat beasiswa, enggak mungkin,” kata Pramono dalam sambutannya.
Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi alasan mengapa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam pemerintahannya. Ia menegaskan anggaran pendidikan tidak boleh dikurangi, baik dari sisi besaran maupun kualitas programnya.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI saat ini mengalokasikan anggaran besar untuk berbagai program pendidikan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang telah menjangkau sekitar 707 ribu siswa hingga Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang diberikan kepada hampir 16 ribu mahasiswa. Program KJMU juga telah diperluas hingga jenjang S2 dan S3.
Ia juga mengungkapkan mulai tahun depan Jakarta akan memiliki program beasiswa LPDP untuk mengirim sekitar 50 hingga 75 pelajar Jakarta menempuh pendidikan di luar negeri.
“Saya meyakini untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, maka yang paling utama dan terutama adalah pendidikan,” ucapnya.
Pramono berharap para guru PAUD mampu menumbuhkan harapan dan mimpi anak-anak sejak usia dini, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Sebagai anak guru, tentunya saya sangat berharap bahwa acara-acara seperti ini bisa membuat dan membangkitkan harapan anak-anak terutama dari keluarga yang tidak mampu,” katanya.
Ia kemudian mengenang momen pertama kali mengunjungi Jakarta saat masih duduk di kelas 4 SD. Saat itu, ia hanya berharap bisa kembali melihat Monumen Nasional (Monas).
“Saya punya pengalaman pertama kali ke Jakarta kelas 4 SD lihat Monas. Waktu itu doa saya, ‘Ya Allah mudah-mudahan saya bisa lihat Monas kembali’,” tuturnya.
Pramono mengatakan doa sederhana itu akhirnya terkabul. Ia akhirnya berkantor di kawasan Monas saat menjadi Sekretaris Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Menteri Sekretaris Kabinet pada era Presiden Joko Widodo, hingga kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Sehingga membangun mimpi, membangun harapan itu adalah salah satu yang perlu kita lakukan terutama bagi keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Build and Share Delapan Lima, Larasati Sedyaningsih, mengatakan Workshop Nasional Creativity Day for Teachers merupakan program pengabdian alumni ITB Angkatan 1985 yang telah berjalan sejak 2010.
Selama 16 tahun, program tersebut telah memberikan pelatihan kepada sekitar 15 ribu guru di 25 kabupaten yang tersebar di 14 provinsi.
Menurut Larasati, pendidikan anak usia dini merupakan investasi paling krusial bagi masa depan bangsa karena usia 0-6 tahun menjadi masa emas pembentukan karakter, imajinasi, dan fondasi kehidupan anak.
Workshop tahun ini diikuti 500 guru PAUD dan TK dari lima wilayah Kota Jakarta. Melalui pelatihan tersebut, yayasan berharap para guru memperoleh metode pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas yang suportif, aman, serta mampu mengembangkan potensi terbaik peserta didik.






Komentar (0)