Jakarta: Sukses Gelar TBLF IV, Fakultas Hukum Universitas Trisakti Kupas Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi di Tengah Dinamika Global Sektor penerbangan merupakan instrumen strategis dalam sistem transportasi modern yang berfungsi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, konektivitas nasional, serta mobilitas global. Bagi Indonesia, transportasi udara bukan sekadar pemenuh kebutuhan teknis-operasional, melainkan representasi kedaulatan negara kepulauan yang diamanatkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Merespons kompleksitas regulasi dan dinamika industri penerbangan saat ini, Fakultas Hukum Universitas Trisakti melalui Trisakti Business Law Community (TBLC) kembali sukses menyelenggarakan kompetisi hukum bisnis tahunan terbesarnya, Trisakti Business Law Fair IV (TBLF IV). Mengusung tema besar “Legal Governance in the Aviation Business: Ensuring Operational Excellence and Enhancing Corporate Risk Protection”, acara ini menjadi wadah kolaborasi akademis dan praktis antara praktisi, regulator, akademisi, serta mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.
Pemilihan tema ini selaras dengan tantangan industri penerbangan di kancah internasional, termasuk ambisi zero fatalities pada tahun 2030 yang dicanangkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Dalam praktiknya, tata kelola hukum (legal governance) tidak lagi sekadar instrumen kepatuhan (compliance), melainkan telah bertransformasi menjadi pilar strategis dalam memitigasi risiko korporasi, mulai dari pengadaan pesawat, penyusunan kontrak kerja sama, hingga perlindungan konsumen di tengah persaingan pasar yang ketat.
Rangkaian TBLF IV yang berlangsung pada tanggal 24–26 Juli 2026 ini diawali dengan Opening Ceremony bersamaan dengan Seminar Nasional, dilanjutkan dengan babak final 2 (dua) cabang kompetisi bergengsi, dan diakhiri secara meriah melalui Closing Ceremony beserta pengumuman pemenang. Mengurai Resiliensi Industri Aviasi Seminar Nasional TBLF IV mengangkat tema spesifik, yakni “Resilience Strategies for Indonesia’s Aviation Industry in Navigating Global Geopolitical Dynamics to Support Sustainable National Economic Growth”. Acara ini dibuka secara resmi melalui keynote speech oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, S.H.
Sesi diskusi panel yang dipandu oleh alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Yashinta Kosmanto, S.H., selaku moderator, berlangsung komprehensif dengan menghadirkan 3 (tiga) narasumber pakar di bidang hukum dan industri penerbangan:
1. Denon Prawiraatmadja, S.T. (Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association) memaparkan materi mengenai “Ketahanan Industri Penerbangan Nasional dalam Perspektif Ekonomi Makro di Tengah Dinamika Geopolitik Global”.
2. Dino Tribata (Technical Advisor PT Dharma Bandar Mandiri) menyoroti “Penguatan Regulasi Tarif Aviasi dalam Mewujudkan Industri Penerbangan yang Berkelanjutan”.
3. Gregorius Alisander Ponglapik, S.H. (Associate Dentons HPRP) membedah “Resiliensi Operasional dan Aspek Teknis Penerbangan Tidak Berjadwal Menghadapi Krisis Energi”. Ajang Pembuktian Mahasiswa Hukum Nasional Sebagai bagian inti dari TBLF IV, babak final kompetisi hukum nasional menjadi panggung adu gagasan dan keterampilan bagi para mahasiswa hukum terbaik se-Indonesia. Kedua cabang perlombaan mengangkat kasus posisi yang krusial dan relevan dengan dinamika hukum bisnis terkini:
- Contract Drafting and Negotiation Competition (CDNC): Membedah tema “Optimization of Aircraft Operations for Multi-Project Companies: Supporting Strategic Mobility and Commercial Risk Protection”.
- Legal Opinion Competition (LOC): Mengangkat isu “Beyond Clearance: The Legal Paradox of Air Charter Operations in Domestic Airspace”.
1. Contract Drafting and Negotiation Competition
- Juara 1: Delegasi Antananarivo, Universitas Padjadjaran
- Juara 2: Delegasi Vienna, Universitas Indonesia
- Juara 3: Delegasi Paramaribo, Universitas Negeri Semarang
- Berkas Terbaik: Delegasi Vienna, Universitas Indonesia
2. Legal Opinion Competition
- Juara 1: Delegasi Budapest, Universitas Gadjah Mada
- Juara 2: Delegasi Belmopan, Universitas Indonesia
- Juara 3: Delegasi Copenhagen, Universitas Diponegoro
- Berkas Terbaik: Delegasi Copenhagen, Universitas Diponegoro
Penyelenggaraan TBLF IV diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemikiran hukum bisnis di Indonesia, khususnya dalam memperkuat tata kelola regulasi serta ketahanan industri aviasi nasional dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang.





Komentar (0)