Cegah Kejahatan Digital, Polda Sumsel Bekali 150 Personel Pemahaman AI

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) 'Paham AI' Program Quick Wins Presisi Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat Triwulan III Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan menyiapkan personel Polri sebagai edukator yang mampu memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Pelatihan yang berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Diikuti 159 personel yang terdiri dari Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, Kanit Pidsus, personel Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditbinmas, Bidhumas, Biro SDM Polda Sumsel, hingga Bintara fungsi Reskrim, Lantas, Binmas, dan Humas di jajaran Polres.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel mengatakan perkembangan teknologi AI telah memberikan banyak manfaat, khususnya di bidang pendidikan. Namun, di sisi lain teknologi tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, deepfake, voice cloning, judi daring, hingga perundungan siber yang berpotensi mengancam generasi muda.

Karena itu, menurutnya, Polri perlu memperkuat peran sebagai edukator digital agar masyarakat, khususnya pelajar, memiliki pemahaman yang baik dalam memanfaatkan teknologi sekaligus terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber.

"Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Ia menegaskan pelaksanaan Program Paham AI membutuhkan kolaborasi lintas fungsi di lingkungan Polri. Fungsi Reskrim diharapkan memberikan edukasi terkait aspek hukum siber, fungsi Lalu Lintas menyampaikan etika serta tanggung jawab digital, sementara fungsi Binmas dan Humas menjadi ujung tombak penyampaian materi secara langsung kepada para pelajar.

Sandi juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan agar edukasi mengenai kecerdasan buatan dapat menjangkau pelajar di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

"Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat," tegasnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari pengenalan kecerdasan buatan, penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, penanggulangan hoaks, hingga pengenalan dan pemanfaatan Platform Senopati. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik penggunaan platform, simulasi penyampaian materi kepada pelajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Materi disampaikan oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Nuril Yunus, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan, serta Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Muhammad Firmansyah.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya mengatakan hasil pelatihan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan para pelajar.

"Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum," pungkasnya.

Melalui Program Paham AI, Polda Sumatera Selatan berharap dapat memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital dengan membangun jejaring edukator hingga tingkat kewilayahan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi digital generasi muda sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi AI secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.




(prf/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Emil Dardak Belum Aman di Musda Demokrat Jatim, Pengamat Ungkap Syarat Jadi Ketua
• 1 jam lalu
0
thumb
Rekrut 10 Ribu Kader Muda, PP AMPG Hadiahi AMPG DKI Jakarta Mobil Pembersih Rumah Ibadah
• 21 jam lalu
0
thumb
Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Jadi Ketua Penggalangan Dana untuk Negara Miskin
• 56 menit lalu
0
thumb
Menkes Ungkap Penyebab Keracunan MBG dengan Korban 707 Orang: E Coli di Makanan
• 19 jam lalu
0
thumb
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pelantikan Pemuda Perindo Banten Fokus Berdayakan UMKM Muda
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.