Membela Almarhum Yurizal, Pasien BPJS yang Dirundung Komentar Nirempati

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegeraman dan kecaman terarah ke komentar nirempati dari tenaga kesehatan (nakes) terhadap pasien yang akhirnya meninggal dunia.

Pasien tersebut bernama Yurizal Tri Chaerawan. Dia mengunggah keluhan tersebut di platform Threads pada 22 Juli 2026.

"8 jam belum dapat ruangan, Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal dalam unggahannya di Threads.

Baca juga: RSUD Ruteng Sanksi Dokter yang Beri Komentar Nirempati ke Pasien BPJS

Alih-alih memperoleh dukungan untuk kesembuhannya, Yurizal justru menerima sejumlah komentar bernada sinis dari tenaga medis (dokter) dan tenaga kesehatan (perawat).

Satu pekan setelah keluhan dia sampaikan via media sosial, Yurizal mengembuskan napas terakhirnya pada 31 Juli 2026.

Kabar duka yang disampaikan pihak keluarga Yurizal membuat publik menyoroti etika serta empati tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien.

Setelah kabar meninggalnya Yurizal menyebar, setidaknya ada tiga tenaga kesehatan yang sebelumnya menuliskan komentar bernada sinis menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Kabar mengenai peristiwa yang dialami Yurizal lantas diketahui publik luas setelah Yurizal meninggal dunia.

Pembelaan untuk Yurizal terdengar dari anggota DPR, pemerintah, rumah sakit, hingga kampus.

Anggota DPR desak beri sanksi ke nakes nirempati

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago meminta agar oknum tenaga kesehatan yang memberikan komentar tak berempati kepada Yurizal, dijatuhi sanksi tegas.

"Meskipun saya tidak tahu pasti mereka bekerja di rumah sakit mana, melalui media sosial saya minta rumah sakitnya memberikan sanksi dan tentu akan saya sampaikan juga pada Kementerian Kesehatan," ujar Irma saat dihubungi wartawan, Rabu (5/8/2026).

KOMPAS.com/Tria Sutrisna Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menyebut, pihaknya telah menyurati pimpinan DPR agar pembahasan RUU tersebut tidak diambil alih oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Irma menilai, komentar yang dilontarkan sejumlah oknum tenaga kesehatan di media sosial tidak mencerminkan etika profesi dan tidak pantas dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan.

"Saya kira ini oknum-oknum yang mulutnya tidak beretika dan tidak pantas menjadi tenaga kesehatan," kata Irma.

Politikus Partai Nasdem itu juga menilai tindak lanjut terhadap kasus tersebut, tidak cukup berhenti pada permintaan maaf yang telah disampaikan sejumlah oknum tenaga kesehatan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Biar Kementerian Kesehatan yang ambil alih soal tindak lanjutnya," ucap Irma.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
11 Tahun Jalin Rumah Tangga, Ruben Onsu Sebut Komunikasi Sarwendah Kerap Tak Nyambung: Enggak Ngerti Gue
• 21 jam lalu
0
thumb
Popularitas Padel Meningkat, Dermaster Padel Cup Hadirkan Konsep Sport, Beauty & Wellness
• 25 menit lalu
0
thumb
Ardit Erwandha Bangga Lihat Komika Kini Mendapatkan Porsi Akting Krusial
• 3 jam lalu
0
thumb
Striker Anyar Persib Tak Sabar Hadapi Final Piala Presiden 2026: Siap Berikan Gelar Pertama untuk Pangeran Biru!
• 14 jam lalu
0
thumb
Menteri LH Puji Progres Pembenahan TPA Tamangapa, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.