BPBD Jabar Belum Temukan Kerusakan dan Korban Jiwa Imbas Gempa Pangandaran

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Gempa bumi tektonik magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat hingga sebagian wilayah Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

"BPBD Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD kabupaten/kota. Apabila ditemukan dampak di lapangan atau terdapat informasi terbaru, laporan akan segera diperbarui dan disampaikan kepada masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun dalam keterangan resmi, Kamis, 6 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara melalui jejaring diseminasi BPBD Provinsi Jawa Barat, BMKG, BPBD kabupaten/kota, serta komunitas radio amatir, guncangan dirasakan di berbagai wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang.
 

Baca Juga :

Pesisir Pantai Dipantau Usai Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 5,3

Wilayah yang mengalami guncangan dengan intensitas III MMI atau getaran terasa nyata di dalam rumah antara lain Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, dan Solokanjeruk di Kabupaten Bandung. Intensitas serupa juga dirasakan di Kecamatan Nagrak dan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, serta wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas II-III MMI dilaporkan dirasakan di Soreang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Ciwidey, dan Pangalengan. Adapun guncangan dengan intensitas II MMI dirasakan masyarakat di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, Garut, hingga Palabuhanratu.

"Hasil pemantauan sementara menunjukkan intensitas guncangan tertinggi berada pada skala III MMI dan masih termasuk kategori ringan. Meskipun potensi kerusakan struktur sangat kecil, kami tetap meminta BPBD kabupaten dan kota melakukan pengecekan lapangan, terutama pada wilayah yang merasakan guncangan cukup nyata," ujar Teten.


Petugas Tagana memantau kondisi pesisir pantai Pelabuhan Pendarahan Ikan Cikidang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu malam, 5 Agustus 2026. ANTARA/HO-Tagana Pangandaran


Sebagai langkah antisipasi, BPBD Jabar telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, dan daerah lain yang merasakan guncangan untuk melakukan asesmen lapangan. Mereka juga diminta memeriksa kemungkinan adanya kerusakan ringan, seperti retakan pada bangunan.

Teten mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas serta hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi pemerintah terkait mengenai perkembangan gempa maupun potensi gempa susulan.

Teten menegaskan, data yang disampaikan masih bersifat sementara. Data inni akan terus diperbarui sesuai hasil verifikasi lapangan serta perkembangan informasi dari BMKG dan BPBD kabupaten/kota terdampak.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Teknologi DM BYD Didukung Ekosistem Layanan Purna Jual
• 5 jam lalu
0
thumb
Warga Jakbar Apresiasi Kehadiran Dishub Untuk Urai Kemacetan di Kembangan
• 14 jam lalu
0
thumb
Sebagian Kawasan Bromo Kebakaran, Jalur Wisata Ditutup Sementara, Ini Proses Penanganannya
• 7 jam lalu
0
thumb
Pakar: Hilangnya Bahasa Ibu Anak Perantau Berarti Pudarnya Nilai dan Identitas Budaya
• 20 jam lalu
0
thumb
Hari Ini BNPB Akan Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Karhutla di Gunung Bromo
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.