6 Kereta Api Berhenti Darurat Saat Gempa M 5,2 Guncang Pangandaran

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,2 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu malam. Tercatat ada enam perjalanan kereta api di wilayah operasional (Daop) 2 Bandung yang dihentikan sementara saat gempa berlangsung.

Diketahui, gempa yang terjadi pada Rabu pukul 21.55 WIB dengan kedalaman 18 kilometer (km) tersebut dirasakan kuat di sejumlah perlintasan vital Daop 2 Bandung, meliputi lintas Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, hingga Cipatat-Gandasoli.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyebut Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) langsung menginstruksikan seluruh KA di lintas terdampak untuk melakukan berhenti luar biasa (BLB), baik di stasiun maupun di tengah petak jalan, guna memeriksa kelaikan infrastruktur perkeretaapian.

"Keselamatan merupakan prioritas utama. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api," ujar Kuswardojo, dilansir Antara, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Analisis BMKG soal Gempa M 5,2 di Pangandaran Terasa hingga Sukabumi

KAI Daop 2 Bandung juga segera mengerahkan petugas untuk mengecek jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, dan infrastruktur pendukung lainnya sebelum mengizinkan operasional kereta dilanjutkan.

Tercatat enam perjalanan kereta api yang dihentikan sementara saat proses penyisiran prasarana berlangsung, di antaranya:

1. KA (306) Parcel Selatan tertahan di Stasiun Banjar.
2. KA (300) Cikuray tertahan di Stasiun Leles.
3. KA (292) Kutojaya Selatan berhenti di petak jalan Cibatu-Warungbandrek KM 217+900.
4. KA (72) Mutiara Selatan berhenti di petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu KM 237+000.
5. KA (350) Commuter Line Garut tertahan di Stasiun Wanaraja.
6. KA (PLB 80B) Lodaya berhenti di petak jalan Manonjaya-Ciamis KM 289+200, serta KA (PLB 287A) Serayu di Stasiun Cipeundeuy.

Baca juga: Gempa M 5,3 Terjadi di Pangandaran

Kuswardojo mengatakan, tindakan penghentian darurat tersebut berpotensi memicu keterlambatan perjalanan kereta, namun keputusan tersebut dilakukan demi keselamatan penumpang.

"Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," ujarnya.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian dari seluruh pelanggan," ungkapnya.

Kuswardojo menambahkan tim prasarana KAI Daop 2 Bandung langsung melakukan pemeriksaan ketat di sepanjang jalur rel begitu gempa terjadi, guna memastikan tidak ada pergeseran struktur maupun kerusakan pada jembatan dan terowongan sebelum jalur kembali dibuka secara normal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran petugas prasarana KAI Daop 2 Bandung, dipastikan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada prasarana maupun infrastruktur operasional kereta api. Dengan demikian, seluruh perjalanan kereta api yang sempat dihentikan sementara telah kembali dioperasikan secara normal.




(yld/fas)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berapa Gaji Manajer Kopdes? Purbaya Tepis Isu Rp16 Juta: Kegedean, Pasti Enggak Segitu
• 22 jam lalu
0
thumb
Elektabilitas PSI 4,1 Persen, Ahmad Ali: Terlalu Kecil, Target Kami Menang Besar
• 8 jam lalu
0
thumb
Harga Bioetanol RI Resmi Naik Rp 11.695/Liter, Berlaku Agustus 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Program PTSL Dorong Ekonomi Masyarakat Banten
• 19 jam lalu
0
thumb
Ini Link Live Streaming Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persija Vs Arema FC
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.