New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Rabu waktu setempat setelah sempat mencetak rekor baru di awal sesi. Reli Wall Street yang berlangsung selama empat hari akhirnya terhenti, meski indeks Dow Jones berhasil menorehkan penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
Sentimen pasar masih ditopang musim laporan keuangan emiten yang positif, rotasi investasi ke sektor di luar teknologi, serta optimisme terhadap perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, pelemahan saham teknologi membatasi penguatan pasar.
Mengutip Investing.com, Kamis, 6 Agustus 2026, indeks S&P 500 turun 0,2 persen menjadi 7.719,19, sebelumnya sempat menguat hingga 0,7 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 0,8 persen ke level 26.363,44, menghapus kenaikan intraday sebesar 0,6 persen.
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average justru mengalami penguatan sebesar 0,5 persen dan ditutup di level 54.349,00. Capaian ini sekaligus mencatat rekor penutupan tertinggi indeks tersebut sepanjang masa.
Kembalinya Wall Street ke level tertinggi dalam beberapa hari terakhir turut didorong pemulihan saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dalam dua bulan sebelumnya, sektor AI mengalami tekanan akibat kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi perusahaan teknologi, ketidakpastian tingkat pengembalian investasi AI, serta meningkatnya persaingan dari perusahaan-perusahaan asal Tiongkok.
Saham perusahaan semikonduktor bahkan sempat terkoreksi lebih dari 20 persen sepanjang Juli, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak krisis keuangan global.
Sentimen mulai membaik setelah Microsoft melaporkan kinerja kuartalan yang kuat pada akhir Juli dan tidak menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex). Langkah tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor mengenai besarnya investasi AI.
Sejak laporan keuangan Microsoft dirilis, Philadelphia Semiconductor Index tercatat telah menguat sekitar 14,9 persen. Optimisme juga diperkuat oleh kinerja positif Amazon.
Baca Juga :
Wall Street Menguat Lagi, Saham Teknologi Pimpin ReliPergerakan saham individual dipengaruhi laporan keuangan sejumlah perusahaan besar. Saham SpaceX anjlok 13,6 persen setelah merilis laporan keuangan kuartalan pertama sejak menjadi perusahaan publik.
Meski pendapatan melampaui ekspektasi dan kerugian lebih kecil dibandingkan perkiraan, investor mencermati tingginya belanja infrastruktur AI yang dinilai membebani arus kas bebas perusahaan.
Dalam paparan kinerja perusahaan, CEO SpaceX Elon Musk mengatakan SpaceX menargetkan pendapatan sebesar USD1 triliun pada 2030 dan berencana mulai mengirim pusat data ke orbit paling cepat tahun depan.
Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) turun tujuh persen. Perusahaan sebenarnya membukukan pendapatan dan proyeksi yang melampaui ekspektasi analis. Namun, pasar menilai kinerja tersebut belum cukup untuk mendukung kenaikan harga saham yang telah melonjak lebih dari 140 persen sepanjang tahun ini.
Tekanan terhadap AMD juga meningkat setelah Elon Musk menyatakan SpaceX akan menggunakan teknologi Nvidia sebagai basis pengembangan sistem komputasinya. Pernyataan tersebut mendorong saham Nvidia naik 3,4 persen.
Di luar sektor teknologi, sejumlah emiten justru mencatat kinerja positif. Saham Amgen melonjak 4,6 persen setelah penjualan produk farmasi pada kuartal II tumbuh sembilan persen secara tahunan (yoy), didorong meningkatnya permintaan terhadap obat kolesterol Repatha.
Sementara itu, Walt Disney menguat 3,6 persen. Meski pendapatan perusahaan belum memenuhi ekspektasi pasar, laba yang lebih tinggi dari perkiraan serta peningkatan target pembelian kembali saham (buyback) menjadi katalis positif bagi investor.
(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Harapan perdamaian Timur Tengah redakan harga minyak
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Selera risiko investor meningkat setelah sejumlah pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, menyampaikan optimisme mengenai peluang tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran menyebut pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut bergantung pada komitmen AS terhadap kesepakatan perdamaian sementara yang disepakati pada Juni.
Di pasar komoditas, harga minyak bergerak fluktuatif setelah muncul laporan mengenai serangan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Yaman.
Meski demikian, harga minyak masih mencatat penurunan sepanjang pekan seiring meningkatnya harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai di kawasan.





Komentar (0)