JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pria paruh baya bernama Kunaefi (51) tewas dibunuh dan dimutilasi oleh Saepul (26), seorang pemuda yang dikenalnya melalui media sosial.
Jasad Kunaefi baru ditemukan sekitar dua pekan setelah pembunuhan terjadi, tepatnya pada Selasa (4/8/2026).
Saat itu, warga yang hendak membakar sebuah karung beras di lapangan justru menemukan bagian tubuh manusia di dalamnya.
Baca juga: Ketua RT Ungkap Korban Mutilasi di Depok Kerap Datang ke Kontrakan Pelaku, Dikira Juga Penyewa
Warga awalnya mengira karung tersebut berisi sampah karena lokasi itu memang kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Saepul kemudian ditangkap polisi kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad Kunaefi. Kepada penyidik, Saepul mengaku membunuh korban karena merasa tidak terima setelah korban diduga menyentuh dirinya.
Kini, Saepul ditahan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berawal dari Cekcok di Rumah Kontrakan
Saepul mengaku, pembunuhan itu bermula ketika ia mengundang Kunaefi ke rumah kontrakannya untuk berbincang.
Menurut Saepul, saat itu dia merasa kesepian karena tidak memiliki teman mengobrol setelah tetangganya pindah.
Namun, percakapan keduanya kemudian berubah menjadi cekcok. Saepul mengeklaim Kunaefi berusaha menyentuh dirinya sehingga ia melakukan perlawanan.
“Dia pegang-pegang saya Bang. Terus saya berontak dong. Saya berontak, terus dia kayak nampar saya. Ya sudah saya tak dorong kan,” tutur Saepul dalam video yang diterima Kompas.com, Rabu (5/8/2026).
Saepul mengatakan, Kunaefi kemudian membalas mendorong dirinya saat hendak menuju lantai bawah.
Baca juga: Mutilasi di Depok: Saepul Bawa Korban ke Kontrakan untuk Ngobrol, lalu Ribut
Di lokasi tersebut, Saepul mengambil sebilah pisau dari dapur. Ia kemudian kembali menghampiri Kunaefi dan menusukkan pisau tersebut ke bagian perut korban.
Menurut pengakuan Saepul, Kunaefi masih sempat melakukan perlawanan dengan menendangnya. Hal itu membuat Saepul emosi hingga akhirnya menarik kepala korban dan menggorok lehernya.
Setelah membunuh korban, Saepul berniat membuang jasad Kunaefi. Namun, karena tubuh korban dianggap terlalu berat untuk dipindahkan, ia memutuskan memotong kedua kaki korban menggunakan pisau.
Komentar (0)