Indonesia dan Arab Saudi Menandatangani MoU untuk Perkuat Kerja Sama Investasi Langsung

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama promosi dan fasilitasi investasi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama dan Promosi Penanaman Modal Langsung (Cooperation and Promotion of Direct Investment) yang berlangsung di Arab Saudi pada 4 Agustus 2026.

MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani bersama Menteri Investasi Kerajaan Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif.

Rosan menyampaikan bahwa MoU menjadi langkah strategis untuk membawa hubungan Indonesia dan Arab Saudi ke tingkat yang lebih tinggi melalui kerja sama investasi.

Ia mengungkapkan, "Arab Saudi sedang menjalankan agenda Vision 2030, sementara Indonesia terus mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi. Kesamaan arah pembangunan tersebut membuka peluang kolaborasi yang sangat besar bagi kedua negara."

Rosan menjelaskan hubungan Indonesia dan Arab Saudi selama ini dibangun atas dasar saling percaya, saling menghormati, serta hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Ia menambahkan bahwa hubungan kedua negara kini diperluas melalui peningkatan kerja sama investasi yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia dan Arab Saudi.

Bentuk Kerja Sama yang Disepakati

Dalam MoU tersebut, Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat kerja sama investasi langsung melalui pertukaran informasi statistik, peluang bisnis, peluang investasi, regulasi investasi, serta iklim investasi.

Kerja sama juga mencakup konsultasi dengan sektor swasta, penyelenggaraan kegiatan promosi bersama, pertukaran pengetahuan, pertukaran keahlian, dan kunjungan antar ahli.

MoU tersebut menjadi platform untuk memperkuat koordinasi kelembagaan antara otoritas investasi Indonesia dan Arab Saudi.

Fokus pada Implementasi dan Peningkatan Investasi

Rosan menjelaskan bahwa perubahan lanskap ekonomi global mendorong negara-negara membangun kemitraan yang lebih kuat karena investor kini tidak hanya mempertimbangkan biaya yang kompetitif, tetapi juga mencari stabilitas, kepastian, dan peluang investasi jangka panjang.

Realisasi investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) Arab Saudi di Indonesia pada periode 2021 hingga semester I 2026 tercatat mencapai total 126,2 juta dolar AS.

Rosan menegaskan bahwa keberhasilan MoU tidak diukur dari proses penandatanganannya, melainkan melalui implementasi nyata yang mampu menghasilkan investasi baru, memperluas kemitraan bisnis, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Ia mengatakan, "Indonesia terbuka untuk investasi. Indonesia berkomitmen melakukan reformasi. Kami menyambut investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, mendorong alih pengetahuan, mengembangkan industri, serta menghadirkan kemakmuran bersama."

Rosan juga menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai reformasi kebijakan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran Upacara HUT ke-81 RI Dibuka Lagi Jam 10.00 WIB Hari Ini di Laman Pandang Istana
• 47 detik lalu
0
thumb
MIND ID Dukung Penuh Operasi PT Vale di Pomalaa, Perkuat Kepastian Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan
• 15 jam lalu
0
thumb
Pangsa Pasar Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat Berpotensi Mencapai 40%
• 20 jam lalu
0
thumb
Manufaktur RI Keluar dari Zona Kontraksi, PMI Naik ke Level 50,2
• 21 jam lalu
0
thumb
Harap Cemas Pemulung jika ”Open Dumping” Bantargebang Berhenti
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.