JAKARTA, DISWAY.ID - Panik, kira-kira itulah yang ada di pikiran Saepullah, pelaku mutilasi di Depok yang tega membantai Kunaefi di kontrakan, Jalan Belimbing, Pancoranmas, Depok.
Pasalnya, karena kebingungan membuang jenazah Kunaefi usai dibantai di kontrakan, maka dengan pisau dapur yang membunuh Kunaefi juga lah, Saepullah memotong tubuh Kunaefi menjadi beberapa bagian.
Pelaku mutilasi itu kemudian ditangkap polisi di Panimbang, Banten.
BACA JUGA:Mirip Kasus Ryan Jombang, Polisi: Saepullah Pelaku Mutilasi di Depok Diduga Sesama Jenis
Sebelum ditangkap, berbagai cara dilakukan Saepullah untuk membereskan semua perbuatannya.
Dari mulai mencoba membuang jenazah Kunaefi dengan menggunakan karung, memutilasi menjadi beberapa bagian, lalu membuang di Tanah Merah, Kavling, Cipayung Depok, hingga membuang pisau barang bukti yang dipakainya.
“Pakai pisau dapur, udah dibuang. Itunya dibuang sama baju-bajunya Bang, di daerah... apa sih Depok, Pitara,” katanya kepada polisi seperti dalam video yang beredar di Facebook.
Tepatnya, Kunaefi membuang pisau itu di Jalan Pitara Depok, depan Pom Bensin, di sebuah tong sampah.
BACA JUGA:Penampakan Tanah Merah Depok, Lokasi Buang Jenazah Kunaefi Korban Mutilasi Saepullah
“Pokoknya dekat pom, jalan raya, tapi tong sampah gitu ada,” ucapnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan warga Kota Depok.
Pelaku ditangkap setelah diduga membunuh dan memutilasi Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.
BACA JUGA:‘Susah Bawanya Bang’, Pengakuan Saepullah Pelaku Mutilasi di Depok yang Panik Buang Jenazah Kunaefi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari penemuan sebuah karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas.
"Pada tanggal 24 Juli 2026 warga melihat sebuah karung yang diduga berisi sampah. Kemudian pada 25 Juli 2026 istri korban melaporkan suaminya yang tidak pulang ke Polres Metro Depok sebagai orang hilang," tuturnya.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)