Penanaman 3.250 Mangrove di Pesisir Jakarta Diarahkan untuk Perkuat Ketahanan Iklim dan Kurangi Risiko Bencana

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya memperkuat ketahanan kawasan pesisir Jakarta kembali mendapat perhatian melalui kegiatan penanaman 3.250 bibit mangrove di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, dalam rangka memperingati International Mangrove Day 2026. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah, regulator, perguruan tinggi, pelaku industri perasuransian, akademisi, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat.

Program bertajuk Strong Roots, Strong Generation, Brighter Future yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti itu berlangsung di dua titik kawasan pesisir Jakarta Utara. Penanaman mangrove diarahkan sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir, mitigasi perubahan iklim, serta pengurangan risiko bencana yang semakin meningkat akibat tekanan lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, mangrove semakin dipandang sebagai infrastruktur alami yang mampu melindungi wilayah pesisir dari abrasi, banjir rob, hingga dampak cuaca ekstrem. Selain itu, ekosistem mangrove juga berperan penting dalam menyerap karbon dan menjaga keanekaragaman hayati di kawasan pesisir.

Plt. Direktur Utama Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak pada meningkatnya eksposur risiko di berbagai sektor.

"Sebagai perusahaan reasuransi nasional, Indonesia Re memiliki kepedulian yang kuat terhadap isu keberlanjutan. Upaya mitigasi risiko tidak hanya dilakukan melalui kapasitas reasuransi yang kami berikan kepada industri, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan. Pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mengurangi risiko bencana yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Robbi, dalam keterangannya, dikutip Kamis (6/8/2026).

Ia juga menilai bahwa upaya menjaga lingkungan perlu melibatkan generasi muda melalui kerja sama dengan institusi pendidikan.

"Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan apabila dibangun melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan masyarakat," tambahnya.

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ke-8 program mangrove STMA Trisakti. Turut hadir perwakilan LLDIKTI Wilayah III, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, pimpinan Universitas Trisakti, serta sejumlah pelaku industri perasuransian. (cmi)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Pastikan JPO Tendean Segera Dibangun Ulang usai Rusak Ditabrak Truk
• 2 jam lalu
0
thumb
Tragedi KM Mutiara Santosa 2, Pasutri dan 2 Balita Selamat usai Lompat ke Laut
• 2 jam lalu
0
thumb
Celios Ragukan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen, Tak Sejalan Kondisi Riil Masyarakat
• 11 jam lalu
0
thumb
Argo Pantes (ARGO) Teken Kontrak dengan United Chemicals Rp48,14 Miliar
• 21 jam lalu
0
thumb
Aksi Penebangan 10 Pohon Bikin Dedi Mulyadi Meradang, sang Gubernur Minta Wali Kota Bandung Beri Sanksi Pegawai yang Lalai
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.