Laporan: Perang Iran Telah Kuras Stok Rudal Jarak Jauh Presisi AS

okezone.com
11 jam lalu
Cover Berita

WASHINGTON - Sebuah laporan mengungkap bahwa Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan sebagian besar persediaan rudal jarak jauh berakurasi tinggi miliknya selama perang lima bulan dengan Iran. Rudal-rudal tersebut terutama merupakan senjata darat-ke-darat milik Angkatan Darat, yang dikenal sebagai Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM).

Menurut laporan Reuters, mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, AS telah menggunakan "hampir seluruh" senjata ini.

Sejauh mana militer kehabisan ATACMS dan PrSM belum pernah dilaporkan sebelumnya. Amunisi jarak jauh tersebut, yang masing-masing berharga lebih dari USD 1 juta, merupakan bagian penting dari persenjataan militer, yang memungkinkan serangan akurat dari jarak aman.

Baca Juga :
Diduga Serangan Siber Iran Hantam Sistem Air di 7 Negara Bagian AS

ATACMS yang dipasok AS telah memainkan peran kunci dalam perang di Ukraina, memungkinkan pasukan Ukraina menyerang target-target di dalam wilayah Rusia.

Sementara PrSM adalah generasi yang lebih baru dan lebih canggih yang akan menggantikan ATACMS, yang memiliki jangkauan lebih pendek.

Pasokan yang Tidak Memadai

Menipisnya persediaan rudal presisi jarak jauh secara drastis berarti Presiden AS Donald Trump mungkin harus lebih mengandalkan misi pengeboman berawak yang lebih berisiko jika ia kembali melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran.

Baca Juga :
Trump Batalkan Serangan Besar-besaran ke Iran, Capai Kesepakatan Buka Selat Hormuz

Menurunnya pasokan rudal dapat membatasi kemampuan AS dalam mencegah tindakan agresif lawan, termasuk Rusia dan China.

US CENTCOM dilaporkan telah hampir menghabiskan stok rudal berbasis darat yang dimilikinya sebelum perang dimulai; mereka telah melakukan pengisian ulang dari persediaan militer AS di wilayah lain di dunia.

Gedung Putih menyatakan bahwa AS memiliki "amunisi jauh lebih banyak daripada negara mana pun di dunia" dan "jauh melebihi kebutuhan kita."

"Saat ini, perusahaan-perusahaan pertahanan kita memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus memperluas pabrik dan peralatan mereka hingga ke tingkat rekor," ujar Trump.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Berita Terpopuler: Kemendagri Godok Usulan Penambahan DAU, Nasib PPPK Bagaimana? Menunggu 14 Agustus 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Lalin Jalan Cikini Raya Jakpus Macet Imbas Kebakaran Proyek Gedung Bertingkat
• 19 jam lalu
0
thumb
Praperadilan Febrie: Minta Penyitaan 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Sentul Tak Sah
• 14 jam lalu
0
thumb
Umuh Senang Persib Lolos Final Piala Presiden tanpa Sejumlah Pemain Kunci: Kami akan Lebih Bagus
• 8 jam lalu
0
thumb
OJK Cabut Izin BTPN Syariah Ventura, SMBC Buka Suara
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.