Kemarau Panjang Sampai Oktober 2026, Jakarta Siaga Krisis Air hingga Kebakaran dan ISPA

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi krisis air bersih, kebakaran, hingga lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dampak kemarau panjang.

Pramono menerangkan, berdasarkan keterangan dari BMKG, kemarau panjang dampak El Nino ini akan terjadi hingga pertengahan bulan Oktober 2026.

Atas dasar itu, Pramono telah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengantisipasi segala potensi yang dapat timbul akibat kemarau panjang.

BACA JUGA:Antisipasi Kemarau Kering di Jakarta, Pramono Siapkan Operasi Hujan Buatan

Untuk mencegah potensi kebakaran di permukiman padat, Pramono meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk menyediakan minimal satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RW.

"Saya minta untuk setiap RW untuk persiapan APAR—alat untuk pemadam kebakarannya dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.

BACA JUGA:Waspada! BMKG Prediksi El Nino Bertahan sampai Awal 2027, Ini Data Puncak Kemarau di Indonesia

Untuk mengantisipasi kekeringan atau krisis air bersih, Pramono telah menyetujui jika memungkinkan digelar operasi hujan buatan.

OMC ini tentunya dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BACA JUGA:2 Kampung Ditenggelamkan untuk Waduk Karian Kembali Muncul saat Musim Kemarau, Rumah-Masjid Terlihat Jelas

"Saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca. Karena ini akan berlangsung lama," ucapnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA, Pramono telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk aktif memberikan sosialisasi terhadap masyarakat terkait dampak kesehatan akibat kemarau panjang.

"Kemungkinan untuk terjadi ISPA. Jadi itulah yang tadi dalam rapat kami putuskan," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berkas Perkara TPPU Emas Ilegal PT Semar Permata Emas Mulia P-21
• 15 jam lalu
0
thumb
Sosok Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS Viral di Threads: Gemar Touring hingga Berprofesi sebagai MC Wedding
• 11 jam lalu
0
thumb
Aturan Imigrasi Baru Memicu Kepanikan, Ahli Peringatkan Warga Tiongkok agar Mengungsi Sebelum Batas Waktu
• 10 jam lalu
0
thumb
Momen Pilu Induk Lumba-lumba Bawa Anaknya yang Mati Menyusuri Muara
• 6 jam lalu
0
thumb
KBRI Tokyo: 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang, Bantuan Terus Disalurkan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.