HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE— Rencana Gina atau GSY balita berusia empat tahun, menonton gerak jalan dalam rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI berujung duka.
GSY meninggal dunia setelah motor yang ditumpanginya bersama ibu dan kakaknya ditabrak mobil dari belakang di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sekitar depan Bank Sulselbar, Kabupaten Bone, Rabu, 5 Agustus 2026.
GSY saat itu dibonceng kakaknya, Muh Syakur, bersama ibunya, Herniati. Mereka baru saja hendak keluar rumah untuk menyaksikan kegiatan gerak jalan.
Syakur mengatakan, kecelakaan terjadi ketika mereka berhenti di lampu merah. Motor yang dikendarainya dalam posisi berhenti saat sebuah mobil berwarna hitam dengan plat kendaraan DD 1315 BL dari arah belakang melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak mereka.
“Kan lampu merah. Saya singgah mi. Pasnya lampu merah. Masih lampu merah i. Terus ada mobil dari belakang, kencang sekali,” kata Syakur saat dikonfirmasi FAJAR.
Benturan keras membuat ketiganya terpental. Herniati terlempar ke sisi kiri, sedangkan GSY terlempar ke kanan. Syakur sendiri terdorong ke depan bersama sepeda motor yang dikendarainya.
GSY kemudian dibawa ke rumah sakit dan sempat mendapatkan penanganan sekitar satu jam di unit gawat darurat (UGD). Namun nyawanya tidak tertolong.
“Semua ditangani di rumah sakit. Sempat ditangani selama satu jam di rumah sakit,” kata keluarga korban.
Keluarga menyebut, ambulans yang membawa korban bukan ambulans yang sengaja dipanggil untuk mengevakuasi mereka.
Ambulans tersebut kebetulan melintas di lokasi dan kemudian memberikan pertolongan.
Pengemudi Disebut Diamankan
Keluarga korban juga mempertanyakan penanganan terhadap pengemudi mobil yang menabrak mereka.
Menurut keterangan yang diterima keluarga, mobil berwarna hitam telah diamankan polisi tidak lama setelah kejadian.
Namun, hingga Rabu malam, keluarga mengaku belum mendapat penjelasan resmi mengenai identitas pengemudi.
Syakur mengatakan, dirinya melihat pengemudi meninggalkan lokasi kecelakaan. Pengemudi tersebut kemudian disebut dibawa menggunakan sepeda motor oleh seseorang.
“Polisi yang bawa mobilnya. Terus itu yang sopir, lari i. Tidak menetap pi situ di lokasi kejadian,” kata Syakur.
Keluarga menyebut informasi yang mereka terima menyatakan pengemudi dan kendaraan telah berada di Polres Bone.
Namun, identitas pengemudi hingga kini belum disampaikan kepada keluarga secara resmi.
“Katanya pelakunya diamankan mi di Polres sama mobilnya, Pajero Sport hitam itu. Tapi sampai sekarang identitas pelakunya ini pun kami ndak terima pi,” ujar keluarga korban.
Diduga Libatkan Pejabat Kepolisian
Persoalan semakin menjadi perhatian keluarga lantaran muncul informasi bahwa pengemudi mobil tersebut diduga merupakan anggota atau pejabat kepolisian di Bone.
Keluarga mengaku awalnya hanya mendapat informasi bahwa pengemudi merupakan polisi. Setelah itu, berkembang informasi lain yang menyebut pengemudi merupakan pejabat di lingkungan kepolisian setempat.
Namun, keluarga menegaskan mereka belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai siapa sebenarnya pengemudi mobil tersebut.
“Awalnya pertama itu yang mereka bilang yang menabrak itu polisi. Terus ndak lama itu ada lagi beritanya bilang Wakapolsek yang tabrak. Tapi kita juga ndak tahu, ndak ada pi pihak kepolisian yang sampai sekarang beritahukan kami pelakunya siapa,” kata keluarga korban.
Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah personel kepolisian datang ke rumah sakit saat korban menjalani perawatan.
Keluarga menyebut ada personel Intel, Provos, lalu anggota dari satuan lalu lintas, hingga pejabat kepolisian yang datang.
Bahkan, keluarga menyebut ada Wakapolsek, Kasat, dan Wakapolres yang datang ke rumah sakit untuk melayat.
Kendati demikian, kehadiran sejumlah pejabat kepolisian tersebut belum dapat menjadi dasar untuk memastikan siapa pengemudi mobil yang menabrak GSY.
Keluarga kini menunggu penjelasan resmi dari kepolisian mengenai identitas pengemudi, kronologi kecelakaan, serta proses hukum terhadap perkara tersebut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi FAJAR, Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra Utama mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang menyebabkan GSY meninggal dunia.
“Masih dalam lidik,” kata Riyanda singkat saat dikonfirmasi, Rabu, 5 Agustus 2026.
Riyanda belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai kronologi kecelakaan maupun apakah telah ada pihak yang diamankan dalam perkara tersebut. (an/*)






Komentar (0)