BALI, DISWAY.ID - Di tengah padatnya lalu lintas kawasan pariwisata Bali, membatalkan pesanan (orderan) adalah hal terakhiri yang ingin dilakukan oleh seorang pengemudi ojek online (ojol). Batal order berarti melayangnya potensi pendapatan harian.
Namun, prinsip bisnis tersebut tidak berlaku bagi Francisco Alves Godino.
Mitra driver Gojek di Bali ini mendadak tular (viral) di berbagai platform media sosial setelah aksi tegasnya yang menolak mengangkut penumpang tanpa helm menjadi perbincangan hangat publik dan media nasional.
Bagi Alves, keselamatan nyawa penumpang jauh lebih berharga daripada nominal tarif satu atau dua perjalanannya.
BACA JUGA:Banjir Insentif, Gojek Perluas Manfaat Program Apresiasi Mitra
Ketegasan Wajib Helm yang Berbuah Penghargaan Satlantas & Jasa RaharjaAksi konsisten Alves dalam menegakkan aturan safety riding (keselamatan berkendara) tidak hanya memanen pujian dari warganet, tetapi juga memicu apresiasi dari instansi resmi.
Ia dianugerahi penghargaan khusus dari Jasa Raharja serta Satuan Lalu Lintas (Satlantas) setempat.
"Sebenarnya penghargaan yang diberikan itu soal helm. Saya memang selalu memaksakan penumpang untuk pakai helm. Bahasanya memaksakan, tapi itu kan kewajiban," terang Alves.
BACA JUGA:Nadiem Makarim Nangis Setiba di PN Tipikor Jakpus, Disambut Driver Gojek
Alves mengungkapkan bahwa rasa tanggung jawab ini tumbuh drastis semenjak ia memutuskan bergabung menjadi mitra Gojek pada tahun 2019.
"Kalau sebelum jadi mitra saya cuek karena urusan masing-masing. Tapi setelah bergabung dengan Gojek, saya membawa orang di motor. Saya merasa bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan setiap penumpang yang saya bawa," imbuhnya.
BACA JUGA:Nadiem Makarim Nangis Setiba di PN Tipikor Jakpus, Disambut Driver Gojek
Tantangan Menghadapi Turis Asing di Jalanan Padat BaliMenjaga ketertiban lalu lintas di Bali—terutama wilayah selatan yang padat kendaraan—memiliki tantangan tersendiri.
Alves membeberkan bahwa resistensi terbesar sering datang dari wisatawan mancanegara (turis asing).
Penumpang Lokal: Cenderung lebih kooperatif dan mudah diajak berkomunikasi.Wisatawan Asing: Sering menolak tegas ("no, no, no") memakai helm karena alasan kenyamanan atau gaya hidup pariwisata.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)