Kisah Perajin Kudus Ubah Limbah Batok Kelapa Jadi Produk Bra yang Mendunia

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Tiar Bachroni (31) menyulap limbah batok kelapa menjadi bra untuk kaum hawa. Menariknya, produk bra buatannya itu laku dibeli hingga ke Jamaika.

Oni, sapaan akrab Tiar Bachroni, merupakan perajin batok kelapa. Ia biasa menggarap beragam kerajinan tangan di kediamannya yang berada di RT 2, RW 1, Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Istana Batok Kelapa yang telah dirintisnya sejak 2018 itu memanfaatkan limbah batok kelapa sebagai bahan dasar pembuatan bra. Batok kelapa, menurutnya, merupakan limbah yang masih bisa dimanfaatkan.

"Kebanyakan orang menggunakan limbah batok kelapa untuk membuat arang. Ada juga yang menggunakannya untuk memasak. Saya mencoba mencari inovasi lain, yakni membuat kerajinan dari limbah batok kelapa," katanya, Rabu (5/8).

Alasan lainnya memilih batok kelapa karena ingin merawat bumi dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai. Terkadang, ia sering memungut batok kelapa di pinggir jalan yang sudah tidak terpakai.

"Saya cuek sih mau dibilang mulung atau apa yang penting tidak mencuri. Tetapi kalau saat ini lebih sering beli limbah batok kelapa dari daerah Purworejo karena pesanan sudah banyak," terangnya.

Kepiawaiannya menyulap limbah batok kelapa itu diperolehnya secara autodidak. Ia belajar dari Google dan YouTube untuk membuat kerajinan dari batok kelapa.

"Cibiran datang dari orang terdekat. Mereka bilang ke saya sarjana kok kerja kasar. Saya pilih cuek dan tetap menekuni usaha ini," ujarnya.

Membuat produk bra dari batok kelapa tak pernah ada dalam benaknya. Kala itu, ia mendapat pesanan dari Pekanbaru, Provinsi Riau, sebanyak 6 pcs pada 2018 silam.

Pesanan yang lebih besar datang pada tahun yang sama. Kali ini dari luar negeri, tepatnya Jamaika, dengan jumlah pesanan sebanyak 100 pcs.

Kendati terbuat dari batok kelapa, ia memastikan bra tersebut aman digunakan. Ukuran bra hanya tersedia dengan diameter 12 sentimeter dan 13 sentimeter.

"Orang luar negeri biasanya menggunakannya kala di pantai. Kalau orang Indonesia seringnya untuk asesoris ketika menari," ungkapnya.

Proses pembuatan bra dari batok kelapa menurutnya tak terlalu sulit. Batok kelapa dipotong kemudian diamplas agar halus. Setelah itu diberi lubang untuk mengikat tali kur filamen.

Selain bra batok kelapa yang dipesan hingga ke luar negeri, produk lainnya seperti mangkuk, gelas, dan piring kecil pernah dipesan konsumen dari Prancis, Inggris, dan Filipina pada 2019 silam.

Pesanan mangkuk datang dari Prancis, sedangkan konsumen dari Inggris memesan mangkuk dan gelas. Kemudian, pelanggan dari Filipina memesan mangkuk dan piring kecil. Konsumen dari negara itu memesan seribuan pcs.

"Mereka pesan lewat DM instagram. Saya buatkan kemudian kirim menggunakan Pos Indonesia," kata Oni.

Kini pesanan lebih banyak datang dari dalam negeri. Oni tetap menjaga kualitas produknya agar konsumennya puas. Batok kelapa tua masih menjadi pilihannya karena teksturnya yang kuat dan tebal.

Oni sering mencari limbah batok kelapa hingga ke Purworejo, Jawa Tengah. Tekstur batok kelapa di daerah itu dirasa lebih bagus. Bahkan, potongan batoknya simetris sehingga memudahkan Oni membuat produk kerajinan.

"Untuk membuat mangkok dan gelas membutuhkan batok kelapa yang bagus dan potongannya 60 persen ke atas. Kalau di daerah Kudus mencari batok yang simetris sulit," ucapnya.

Beragam produk dibuatnya, mulai dari mangkuk, gelas, centong, sendok, tas, celengan, relief, lukisan, dan lainnya. Harganya berkisar Rp 2 ribu hingga jutaan.

Terbaru, ia membuat produk permainan tradisional bernama egrang. Pesanan itu datang untuk memeriahkan perlombaan 17-an.

"Saya akan terus berkarya dari limbah batok kelapa. Selain itu juga menjadi pemateri ke generasi muda agar mereka terus kreatif dan mandiri," imbuhnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lemahnya Literasi Medsos di Balik Nirempati Nakes Terhadap Pasien Yurizal
• 14 jam lalu
0
thumb
Widi Tewas Diduga Dianiaya Sejumlah Polisi karena Dituduh Main Judol
• 23 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan Keramas yang Memicu Rambut Jadi Ketombean
• 6 jam lalu
0
thumb
40 Koli Rokok Ilegal Diamankan, Publik Pertanyakan Sikap Bungkam Polres Bulukumba
• 6 jam lalu
0
thumb
RSUP Sardjito Tak Diam, Bantah Dokter Diduga Komentar Nirempati ke Yurizal Pasien BPJS sebagai Pegawainya
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.