Terkini, Makassar – Program Urban Farming di Kelurahan Pisang Selatan, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, berhasil mencatatkan panen perdana tanaman kangkung dan bayam.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Panen perdana dihadiri Camat Ujung Pandang Nanin Sugiar A.P, Lurah Pisang Selatan Erwin Antariksa, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar Aulia Arsyad, para Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit lele dan ayam petelur dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar sebagai upaya mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Ujung Pandang Nanin Sugiar A.P menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga program urban farming mampu menghasilkan panen perdana.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang secara konsisten membangun kawasan produktif di lingkungan tempat tinggal.
“Urban farming bukan hanya tentang menanam sayuran, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemandirian pangan masyarakat. Semoga program ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kecamatan Ujung Pandang,” ujarnya.
Nanin juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar atas dukungannya terhadap program ketahanan pangan masyarakat.
Ia turut mengapresiasi Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, yang selama ini aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya urban farming sebagai bagian dari pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Panen perdana dihadiri Camat Ujung Pandang Nanin Sugiar A.P, Lurah Pisang Selatan Erwin Antariksa, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar Aulia Arsyad, para Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat.Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar yang telah memfasilitasi kebutuhan bibit tanaman, serta kepada Lurah Pisang Selatan, para Ketua RT dan RW, dan seluruh warga yang bergotong royong sejak tahap persiapan hingga berhasil melaksanakan panen perdana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar Aulia Arsyad mengatakan pihaknya berkomitmen terus mendukung pengembangan urban farming sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan di kawasan perkotaan.
“Program ini membuktikan bahwa lahan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain bibit tanaman, kami juga menyerahkan bibit lele dan ayam petelur agar masyarakat memiliki sumber pangan yang lebih beragam sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga,” kata Aulia.
Menurutnya, keberhasilan Urban Farming Pisang Selatan diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Lurah Pisang Selatan Erwin Antariksa mengaku bangga atas semangat warga yang secara konsisten menjaga dan mengembangkan program urban farming hingga membuahkan hasil.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada panen perdana, melainkan terus berkembang sebagai budaya masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan dan mempererat kebersamaan antarwarga.
Kegiatan panen ditutup dengan penyerahan bibit lele dan ayam petelur kepada kelompok masyarakat, disaksikan para Ketua RT, RW, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Makassar, pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Pertanian dan Perikanan, serta masyarakat, Urban Farming Pisang Selatan diharapkan menjadi model pengembangan kawasan hijau produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kota Makassar.





Komentar (0)