Peternak Ayam Kotim Terjepit Harga Pakan, Hendra Sia Desak Pabrik di Parenggean Segera Beroperasi

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Peternak Ayam Kotim Terjepit Harga Pakan, Hendra Sia Desak Pabrik di Parenggean Segera BeroperasiNasional | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:49Dengarkan Berita

Peternak ayam di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) kian tercekik lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga telur. Di tengah tekanan yang terus membebani biaya produksi, pabrik pakan ternak di Kecamatan Parenggean didorong segera beroperasi agar peternak tidak lagi bergantung pada pasokan pakan dari luar daerah dengan harga yang terus melonjak.

Desakan itu disampaikan Komisi II DPRD Kotim kepada Pemprov Kalteng. Keberadaan pabrik pakan di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Parenggean dinilai menjadi salah satu solusi untuk menekan harga pakan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternak lokal.

Baca juga: Partai Perindo Usul Ambang Bebas Pajak Marketplace agar UMKM Tak Terbebani di Tengah Lesunya Daya Beli

Baca Juga:IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut

"Kami mendorong pemerintah provinsi agar pabrik pakan itu segera dioperasikan sehingga masyarakat, khususnya peternak, bisa mendapatkan pakan dengan harga yang lebih murah," kata anggota Komisi II DPRD Kotim dari Partai Perindo, Hendra Sia, Rabu (5/8/2026).

Hingga kini pihaknya belum mengetahui penyebab pabrik tersebut belum beroperasi meski bangunan dan peralatannya dikabarkan telah siap. Komisi II DPRD Kotim akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mengetahui kendala yang menghambat operasional pabrik.

Menurutnya, pengelolaan pabrik merupakan kewenangan Pemprov Kalteng. Karena itu, DPRD Kotim hanya bisa mendorong percepatan operasional agar manfaatnya segera dirasakan peternak. "Kami mendorong agar segera dioperasikan karena keberadaannya sangat dibutuhkan peternak," tegasnya.

Baca juga: Partai Perindo Desak Audit QRIS Fiktif, Lindungi UMKM dari Sindikat Judi Online

Legislator yang sudah dua periode duduk di DPRD Kotim ini menilai, beroperasinya pabrik pakan di Kotim dapat menjadi alternatif bagi peternak yang selama ini harus mendatangkan pakan dari luar daerah dengan biaya yang lebih tinggi.

Baca Juga:232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang

Desakan tersebut sejalan dengan kondisi yang dihadapi peternak ayam petelur di Kotim. Berdasarkan data Asosiasi Peternak Ayam Petelur Kotim, harga pakan naik dari kisaran Rp370.000-Rp380.000 per karung di awal tahun menjadi sekitar Rp440.000 per karung. Sepanjang 2026, kenaikan bahkan terjadi hingga sembilan sampai sepuluh kali.

Ironisnya, di saat biaya produksi terus membengkak, harga telur justru turun jauh di bawah harga acuan pemerintah sehingga banyak peternak merugi. Padahal sekitar 70 persen biaya produksi usaha ayam petelur berasal dari pakan.

Karena itu, peternak berharap pabrik pakan di Parenggean segera beroperasi. Kehadiran pabrik tersebut diharapkan mampu menciptakan persaingan harga yang lebih sehat, menekan biaya produksi, dan menjadi penopang agar usaha peternakan ayam lokal tetap bertahan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Tiba-Tiba Tagih Realisasi Janji Investasi Hyundai di RI
• 15 jam lalu
0
thumb
PBSI Targetkan Tim Bulu Tangkis Indonesia Raih Satu Medali Emas di Asian Games 2026
• 13 jam lalu
0
thumb
Wanita Dilecehkan di KRL Tujuan Depok, KCI Akan Tindak Pelanggar
• 3 jam lalu
0
thumb
BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla di Sumsel, El Nino Kuat Diprediksi Meningkat ke Level Lebih Ekstrem
• 16 jam lalu
0
thumb
Saepul Pemutilasi Pria di Depok Baru Ngontrak 7 Bulan Bareng Pria JJ
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.