Menjadi ibu baru menjadi pengalaman yang penuh kejutan bagi Putri Habibie. Cucu BJ Habibie yang dikenal sebagai content creator ini mengaku tidak pernah membayangkan akan mengalami tantangan dalam perjalanan menyusui putri kecilnya, Senandung Asmara.
Putri bercerita, sebelum melahirkan, ia tidak pernah terpikir akan menghadapi kesulitan dalam memberikan ASI.
"Jadi nggak pernah ada bayangan bahwa seorang aku dengan tubuh seperti ini bisa punya kesulitan dalam meng-ASI-hi," ungkap Putri saat ditemui kumparanMOM, Selasa (4/8).
Setelah melahirkan, Putri menemukan kenyataan bahwa produksi ASI-nya tidak sebanyak yang ia harapkan. Berbagai usaha dilakukan agar ASI bisa keluar lebih banyak, mulai dari rutin memompa ASI hingga berkonsultasi dengan dokter laktasi.
Pumping Tiap 2 Jam hingga Coba Berbagai Cara untuk Tingkatkan ASISalah satu hal yang dilakukan Putri adalah melakukan pumping setiap dua jam. Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya semakin menghargai perjuangan para ibu yang menjalani exclusive pumping.
"Setelah menjalani pumping setiap 2 jam itu aku benar-benar makin respect sama mama-mama yang eksklusif pumping karena it's not easy,” tutur ibu satu anak itu.
Tak hanya itu, Putri juga sudah berkonsultasi dengan dokter laktasi dan mencoba mengonsumsi berbagai makanan maupun minuman yang dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
Namun, setelah berbagai upaya dilakukan, produksi ASI-nya tetap belum mencukupi kebutuhan Masya (nama panggilan putrinya). Meski begitu, Putri tidak menyerah. Ia tetap berusaha memberikan ASI yang bisa ia hasilkan, sekecil apa pun jumlahnya.
Tetap Berusaha Memberikan ASI Meski Hanya Beberapa TetesDalam perjuangannya, Putri melakukan cara yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ketika ASI keluar hanya sedikit, ia tetap mengambilnya dan memberikannya kepada sang anak.
Putri memijat payudaranya hingga keluar tetesan kecil ASI. Kemudian, tetesan tersebut ia ambil menggunakan pipet dan diberikan langsung ke mulut Masya.
"Yang aku lakukan sekarang adalah memijat-mijat payudara sampai pas keluar satu tetes aku ambil pakai pipet masukin ke mulut anakku. Mijat lagi keluar satu gelembung tetes ambil pakai pipet kasih ke anakku. Akhirnya kayak gitu caranya,” jelasnya.
Baginya, hal sederhana itu adalah bentuk usaha agar Masya tetap bisa merasakan susu dari tubuh ibunya.
Masya Sempat Bingung Puting, Putri Makin StresKarena produksi ASI yang terbatas, Putri dan suaminya akhirnya memberikan susu formula untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Masya. Susu tersebut diberikan menggunakan dot.
Seiring waktu, Masya kemudian mengalami bingung puting. Momen ketika putrinya mulai menolak menyusu langsung dari payudara menjadi salah satu pengalaman yang paling emosional bagi Putri.
"Dan momen pertama kali Masya bingung putih yaitu menolak dengan sangat menolak yaitu tidak mau minum susu dari payudaraku. Wah itu patah hatinya luar biasa. Dan semakin dicoba semakin anaknya juga ngamuk kalau ditaruh di dada. Jadi ya serba salah ya mesti gimana,” katanya.
Dukungan Orang Terdekat Membantu Putri Melewati Masa SulitDi tengah perjuangannya, Putri merasa keberadaan support system menjadi hal yang sangat berarti. Ia mengaku tidak bisa membayangkan jika harus melewati masa tersebut sendirian.
Salah satu dukungan terbesar datang dari sang ibu dan suami yang memberikan pengertian bahwa keberhasilan menyusui bukan satu-satunya ukuran seorang ibu.
Meski hingga kini ia mengaku belum sepenuhnya menerima kenyataan bahwa perjalanan ASI-nya tidak sesuai harapan, Putri berusaha tetap menjalani perannya sebagai ibu dan memastikan kebutuhan gizi Masya terpenuhi.
Belajar Menerima dan Bersiap Menyambut MPASI MasyaKini, Masya telah berusia lima bulan dua minggu. Putri pun mulai mempersiapkan fase baru dalam perjalanan tumbuh kembang putrinya, yaitu MPASI.
Putri mengaku menjadikan momen MPASI sebagai semangat baru. Ia mulai menyiapkan berbagai resep makanan untuk diberikan kepada Masya.
"Bentar lagi mau MPASI. Aku menghibur dirinya dengan cara kayaknya di momen MPASI itulah aku bersinar gitu. Aku akan bikinin makanan-makanan ini, itu, ini, itu,” ucapnya dengan penuh senyum.
Dari pengalaman menyusui yang penuh tantangan, Putri belajar bahwa rencana manusia bisa saja berbeda dengan kenyataan. Ia pun mulai membuka diri terhadap berbagai kemungkinan dalam perjalanan menjadi ibu. Baginya, perjuangan memenuhi kebutuhan anak tetap harus berjalan, apa pun kondisinya.
Putri juga berpesan kepada para ibu agar tidak menjadikan keberhasilan memberikan ASI sesuai harapan sebagai satu-satunya ukuran nilai seorang ibu.
"Kemampuan kita memberikan ASI sesuai dengan harapan kita itu bukan menjadi satu-satunya patokan yang bisa menilai apakah kamu ibu yang utuh atau enggak,” tutupnya.






Komentar (0)