Keluarga Ungkap Kejanggalan Tewasnya Mantan Istri Brigadir ISH: Lebam-Leher Luka

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh Winda Lorenza Gowasa--mantan istri Brigadir ISH yang sebelumnya disebut Polrestabes Medan diduga tewas karena bunuh diri.

Winda Lorenza dilaporkan tewas bunuh diri menggunakan pistol jenis revolver di rumahnya di Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8).

Ayah kandung korban, Sanalui Gowasa, menduga kematian putrinya bukan akibat bunuh diri, melainkan diduga karena adanya tindak kekerasan.

"Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya. Karena dari hasil yang kami lihat, ada luka di leher seperti bekas pencekikan, mata lebam, dan seluruh badan agak kebiru-biruan," kata Sanalui kepada wartawan di kediamannya di Kota Medan, Rabu (5/8).

Sanalui juga membantah dugaan putrinya meninggal akibat menembak dirinya sendiri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, Brigadir berinisial ISH.

"Tidak ada bekas tembakan seperti yang diberitakan selama ini bahwa anak saya bunuh diri dengan mengambil pistol mantan suaminya. Itu tidak benar," ujarnya.

Sanalui mengaku masih menunggu hasil autopsi jenazah putrinya dari pihak kepolisian. Hingga kini, hasil tersebut belum diterimanya.

"Belum ada. Katanya tunggu saja, nanti kalau sudah ada baru dibuat rincian penyelidikannya," ucapnya.

Awalnya Dikabari Korban Meninggal karena Sakit Jantung

Sanalui mengaku pertama kali mendapat kabar bahwa putrinya meninggal dunia dari adik korban pada keesokan hari setelah kejadian.

"Adiknya menelepon saya, 'Pak, kakak telah meninggalkan kita', dalam arti sudah meninggal dunia," katanya.

Saat ditanya mengenai penyebab kematian, Sanalui menyebut adik korban awalnya mengatakan Winda meninggal karena sakit jantung.

Mendengar kabar tersebut, Sanalui langsung mendatangi RS Bhayangkara Medan untuk memastikan kondisi putrinya. Namun, saat tiba di rumah sakit, ia mendapat informasi bahwa tidak ada pasien sakit jantung yang meninggal di sana.

"Saya datang ke RS Bhayangkara menanyakan pasien yang sakit jantung dan sudah dirawat sekitar enam hari. Jawaban petugas, tidak ada pasien sakit jantung yang meninggal di sini," jelasnya.

Petugas kemudian menyampaikan bahwa terdapat jenazah perempuan yang diantar oleh pihak kepolisian sekitar pukul 18.00 WIB.

Sanalui kemudian meminta izin untuk melihat jenazah putrinya. Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, ia akhirnya dapat melihat jenazah bersama dua anggota keluarganya.

Menurut Sanalui, kondisi jenazah saat itu sudah tertutup dan keluarga tidak diperbolehkan mengambil foto maupun menyentuhnya. Ia hanya melihat adanya lebam pada wajah dan mata korban.

"Saya lihat mukanya lebam dan matanya biru. Yang lain tidak bisa saya lihat karena sudah ditutup," ujarnya.

Respons Polisi

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan.

"Sudah dilakukan autopsi," kata Calvijn saat dikonfirmasi, Rabu (5/8).

Polrestabes Medan Pastikan Mantan Istri Polisi Meninggal Bukan Korban Pembunuhan

Sebelumnya, Polrestabes Medan memastikan tewasnya wanita bernama Winda atau WLG di rumahnya di Medan Helvetia, Kota Medan, merupakan kasus bunuh diri. Winda mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api milik mantan suaminya, yang merupakan anggota polisi berpangkat brigadir berinisial ISH.

Hal tersebut diungkapkan setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis. Di dalam kamar mandi tersebut ditemukan senjata api dan hasil autopsi pada korban ditemukan residu di tubuh korban.

"Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor. Dikuatkan dengan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter autopsi bahwa adanya sisa residu di jari, tangan, badan, baju milik korban," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).

Calvijn menuturkan, tim identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) melakukan swab (pengambilan sampel) pada jari tangan di tubuh ISH tidak ditemukan sisa residu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menko Polkam Pastikan Indonesia Aman: Masih Dalam Kendali Kita
• 8 jam lalu
0
thumb
Menko Polkam Ungkap Video Demonstrasi Viral Hoaks, Aparat Kejar Penyebarnya
• 7 jam lalu
0
thumb
Saat Hakim MK Semprot Maskapai soal "Delay" Pesawat, dari Alasan Operasional-Ganti Rugi
• 19 jam lalu
0
thumb
Usai Dihajar Vietnam, Timnas Indonesia Hadapi Masalah Baru Jelang Laga Hidup Mati Lawan Singapura
• 4 jam lalu
0
thumb
Komisi V DPR Panggil Kemenhub hingga KNKT Bahas Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.