Studi: Kurang Tidur 1 Jam Terbukti Bikin Berat Badan Cepat Naik

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak buruk kurang tidur bagi kesehatan jantung dan metabolisme sudah lama menjadi perhatian medis. Namun, temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa kurangnya waktu tidur, meski hanya satu jam, mampu memicu perubahan fisik yang signifikan.

Melansir Time, studi yang dipimpin oleh Marie-Pierre St-Onge, Direktur Center of Excellence for Sleep and Circadian Research di Universitas Columbia, menguji 95 partisipan yang terbiasa tidur 7,5 jam semalam. Selama enam minggu, para partisipan diminta memotong durasi tidur mereka sebanyak 1,5 jam dengan cara tidur lebih lambat namun tetap bangun di jam yang sama.

Baca: Warna Urine Bisa Jadi Tanda Ginjal Bermasalah, Sudah Pernah Cek?

Hasil pengamatan menunjukkan sejumlah dampak nyata pada tubuh partisipan. Rata-rata partisipan mengalami kenaikan berat badan sekitar 0,45 kg selama periode uji coba.


Terjadi peningkatan kadar hormon leptin-hormon yang berkaitan dengan lemak tubuh dan regulasi nafsu makan. Meski waktu terjaga lebih panjang, pembakaran energi justru berkurang akibat meningkatnya perilaku minim gerak (sedentary).

Baca: 6 Kebiasaan Orang Jenius yang Sering Dianggap Aneh

Dampak Kurang Tidur Serta Peluang Pemulihannya

Eksperimen pembatasan tidur sebelumnya kerap berfokus pada kondisi ekstrem, seperti membatasi tidur hingga 4 jam semalam yang terbukti memicu konsumsi hingga 300 kalori tambahan per hari. Studi terbaru ini sengaja merancang skenario yang lebih realistis dengan memotong durasi tidur sebesar 1,5 jam guna mencerminkan pola hidup masyarakat modern.

Dr. Sirimon Reutrakul, ahli endokrinologi dari University of Illinois College of Medicine yang tidak terlibat dalam studi, menuturkan bahwa nafsu makan, durasi tidur, dan tingkat aktivitas fisik saling berhubungan erat. Berita baiknya, dampak negatif ini dapat dipulihkan secara bertahap. Reutrakul merujuk pada studi tahun 2022 yang menunjukkan bahwa orang yang biasanya kurang tidur dan kemudian menambah durasi tidurnya selama dua minggu mampu menekan asupan energi hingga 270 kalori per hari.

Penelitian ini mempertegas pentingnya menjaga durasi tidur optimal antara 7 hingga 9 jam setiap malam, karena perubahan sepele seperti tidur 6 jam alih-alih 7 jam sudah cukup untuk mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Spider-Man: Brand New Day Raup Pendapatan Rp15,3 T Secara Global

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Desakan Evaluasi Kelaikan Seluruh Kapal Usai Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
• 16 jam lalu
0
thumb
Purbaya Bantah Gaji Manajer Kopdes Rp16 Juta: Enggak Sampai Segitu, Mungkin Dekati UMP
• 7 jam lalu
0
thumb
Manfaat Menggunakan Air Beras untuk Rambut dan Kulit
• 4 jam lalu
0
thumb
Satpol PP Segel Videotron di Klub Padel Buntut Penebangan 10 Pohon di Bandung
• 11 jam lalu
0
thumb
Ini Penyebab Kabupaten Bandung Dapat Jatah Sekolah Rakyat Lebih Banyak
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.