Harga CPO Menguat, Ditopang Harapan Ekspor yang Solid

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2026), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.

Harga CPO Menguat, Ditopang Harapan Ekspor yang Solid. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2026), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.

Penguatan ditopang ekspektasi ekspor yang tetap kuat ke pasar-pasar utama, meski kenaikannya tertahan oleh pelemahan harga minyak kedelai dan minyak mentah.

Baca Juga:
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.933 per USD Usai Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,36 persen menjadi 4.713 ringgit per metrik ton pada 15.30 WIB. Sehari sebelumnya, kontrak tersebut telah menguat 1,45 persen.

Trader proprietary di Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan, dikutip Reuters, harga CPO terdorong oleh ekspektasi kinerja ekspor yang solid.

Baca Juga:
Panorama Sentrawisata (PANR) Raih Pendapatan Rp2 Triliun Meski Diterpa Geopolitik Global

Namun, pelemahan harga minyak kedelai dan minyak mentah masih berpotensi membatasi sentimen positif di pasar.

Harga CPO umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Baca Juga:
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Cetak Laba Bersih Rp123,5 Miliar hingga Juni 2026

Sementara itu, penurunan harga minyak mentah membuat CPO menjadi bahan baku biodiesel yang relatif kurang menarik.

Dari sisi permintaan, impor minyak nabati India melonjak ke level tertinggi dalam 10 bulan pada Juli.

Peningkatan tersebut didorong oleh pembelian minyak sawit dan minyak kedelai yang lebih besar oleh kilang untuk mengisi kembali persediaan menjelang musim festival domestik, di tengah pasokan dalam negeri yang semakin ketat.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,18 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama naik 1,13 persen.

Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah 0,07 persen.

Harga minyak mentah juga melanjutkan pelemahan setelah anjlok dalam dua sesi sebelumnya.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan upaya mengakhiri perang Iran serta pemulihan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade.

Di sisi mata uang, ringgit Malaysia melemah 0,1 persen terhadap dolar AS. Pelemahan mata uang tersebut membuat harga CPO menjadi sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Sementara itu, data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa pada musim 2026-2027 yang dimulai sejak 1 Juli mencapai 0,66 juta metrik ton hingga 2 Agustus, turun 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Impor minyak sawit juga turun 31 persen menjadi 0,19 juta ton. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Pria Misterius Bakar Bendera Merah Putih Jelang HUT ke-81 RI di Bandung, Polisi Selidiki Pelaku
• 9 jam lalu
0
thumb
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel Terkait Kasus Dugaan Korupsi Silmy Karim
• 19 jam lalu
0
thumb
Bersiap Hadapi Paruh Musim kedua F1 2026, Mercedes Siapkan Upgrade Besar untuk Kimi Antonelli dan George Russell
• 12 menit lalu
0
thumb
Video Lama Demonstrasi Viral Lagi, Pakar Sebut Bisa Menggiring Opini Publik
• 21 jam lalu
0
thumb
Pengamat Politik Unhas Ali Armunanto: Persoalan MBG Bukan Sekadar Anggaran, tetapi Tata Kelola Program
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.