Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang melanda Venezuela pada Juni tahun ini telah meningkat menjadi 6.125 orang, sementara sekitar 1.400 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, puing-puing bangunan yang berhasil dibersihkan hingga saat ini baru mencapai sekitar 16,5% dari total yang harus ditangani.
EtIndonesia.com Menurut grafik yang dipublikasikan pada 3 Agustus melalui Telegram oleh Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Venezuela telah mencapai 6.125 orang, sementara hampir 61.000 orang telah menerima perawatan medis sejak bencana terjadi. Data tersebut juga menunjukkan bahwa proses pembersihan puing bangunan baru mencapai 16,5%.
Pemerintah Venezuela belum mengumumkan angka resmi mengenai jumlah orang hilang. Namun, media setempat mengutip pernyataan José Alejandro Terán yang menyebutkan bahwa sekitar 1.400 orang masih belum diketahui keberadaannya sejak bencana. Sejumlah pakar memperkirakan jumlah sebenarnya bisa mencapai 10.000 orang, meskipun angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Selain 190 bangunan yang hancur total, pemerintah juga menetapkan 6.433 bangunan sebagai berisiko tinggi, sementara 9.866 bangunan lainnya diberi status hunian terbatas, yang menunjukkan masih adanya kekhawatiran terhadap keselamatan bangunan-bangunan tersebut.
Saat ini, sekitar 24.000 orang di Negara Bagian La Guaira dan ibu kota Caracas masih tinggal di tempat penampungan sementara.
Pada 24 Juni 2026, Venezuela diguncang dua gempa bumi besar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi secara berurutan. Bencana tersebut menyebabkan hampir 200 bangunan runtuh, dengan kerusakan paling parah terjadi di wilayah pesisir La Guaira, yang terletak tidak jauh dari ibu kota Caracas.
Pemerintah dan tim penyelamat masih melanjutkan proses pencarian korban, penanganan pengungsi, serta pembersihan puing-puing di wilayah yang terdampak gempa.
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)