Terkini, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari pengembangan kota, pemanfaatan teknologi, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan Singapore Cooperation Programme (SCP), program kerja sama teknis Pemerintah Singapura yang memberikan pelatihan bagi aparatur pemerintahan dari negara-negara mitra, termasuk Indonesia.
Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, menjelaskan bahwa SCP merupakan bentuk komitmen Pemerintah Singapura dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM di kawasan.
Melalui program tersebut, peserta memperoleh pelatihan di berbagai bidang sesuai kebutuhan pemerintah daerah tanpa dibebani biaya pelatihan selama mengikuti kegiatan di Singapura.
“Jadi, ini adalah bagian dari kerja sama teknis kami untuk teman-teman kami di kawasan ini. Secara nasional, setiap tahun dari Indonesia, saya rasa kami menerima sekitar 900 peserta pelatihan,” ujar Kwok Fook Seng.
Menanggapi tawaran tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasinya. Ia menilai peningkatan kompetensi aparatur merupakan investasi penting untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus meningkatkan kapasitas birokrasi dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Meski demikian, Munafri berharap program pelatihan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga dapat diperluas kepada masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi, seperti nelayan, petani, guru, maupun kelompok masyarakat lainnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu langkah strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar, termasuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi dalam berbagai sektor kehidupan.
“Kami ingin menyelesaikan masalah sosial di Makassar. Seperti para nelayan, para petani, mereka tidak memiliki cukup pengetahuan tentang masalah mereka, termasuk memanfaatkan teknologi,” kata Munafri.
Usai audiensi, Munafri langsung menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar untuk menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia meminta BKPSDM tidak hanya memfasilitasi ASN yang memenuhi syarat mengikuti pelatihan, tetapi juga memastikan informasi mengenai berbagai program pengembangan kapasitas dapat menjangkau masyarakat luas.
Menurut Munafri, kesempatan belajar di luar negeri akan memberikan pengalaman dan perspektif baru, terutama bagi guru, camat, dan lurah yang menjadi ujung tombak pelayanan publik di tingkat lokal.
“Program training ini, terutama bagi guru, camat, lurah. BKPSDM tolong dibuat agar penyampaian informasi mengenai program-program pelatihan seperti ini bergulir hingga ke masyarakat,” tegasnya.
Munafri berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Singapura dapat menjadi awal penguatan hubungan kedua pihak, khususnya dalam pengembangan SDM yang mampu mendukung transformasi pelayanan publik, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan daya saing Kota Makassar di tingkat regional maupun internasional.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Makassar optimistis kualitas aparatur dan masyarakat akan semakin meningkat sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan kota yang lebih maju, inovatif, dan berkelanjutan.





Komentar (0)