Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan tanggung jawab bersama seluruh Unit Kerja (UKE) di Kementerian Sosial, sehingga dibutuhkan kolaborasi dan kontribusi sesuai tugas dan fungsi masing-masing unit, untuk memastikan program berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat internal yang dihadiri seluruh jajaran pejabat Kementerian Sosial di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

“Ketika kita membahas Sekolah Rakyat, pada dasarnya adalah ini bisnis semua UKE, bisnis semua unit kerja. Karena di sana ada anak-anak yang perlu di rehabilitasi, karena memiliki masalah-masalah tertentu, karena di Sekolah Rakyat juga butuh pemberdayaan yang menjadi rangkaian dari perlindungan dan jaminan sosial,” kata Gus Ipul.

BACA JUGA:Kemensos Gandeng ICW Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan pentingnya membangun kesadaran seluruh unit, agar tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan bekerja bersama-sama untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Gus Ipul menuturkan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari pengentasan kemiskinan, dengan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kemudian setelah anak mendapatkan pendidikan berasrama gratis, secara simultan orang tua atau keluarganya juga mendapatkan intervensi secara terintegritas.

“Orang tuanya diberi perlindungan dan jaminan sosial, orang tuanya diberi PBI, orang tuanya direhabilitasi, orang tuanya didorong untuk bisa lebih berdaya, sehingga antara anak dan keluarganya menjadi kesatu-kesatuan untuk diintervensi secara bersama-sama agar mereka graduasi,” ujarnya.

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar NHI Bandung, Kolaborasi Kemensos dan Kemenpar

Pada kesempatan ini, Gus Ipul juga meminta seluruh jajaran untuk melakukan perencanaan yang baik terutama dalam proses rekrutmen siswa, mengingat  Sekolah Rakyat mendapatkan target tambahan.

“Sekolah Rakyat ada target tambahan dari Presiden, kalau sekarang sudah 100 (Gedung), sekarang dalam proses itu 100 lagi sampai 150. Sehingga tahun depan itu ada (sekitar) 250 gedung permanen Sekolah Rakyat yang bisa menampung sekurang-kurangnya itu 140 ribu (siswa),” kata Gus Ipul.

Disamping proses rekrutmen, yang tidak kalah penting adalah proses pengadaan barang.

Gus Ipul mengingatkan agar setiap pengadaan harus dilakukan dengan perencanaan yang presisi dengan harga yang tepat dan sesuai dengan kenyataan dilapangan.

“Jadi sekarang ini memang nggak bisa main-main, nggak bisa kita otak-atik gitu loh, udah nggak jamannya lagi. Itu yang saya pesankan betul ini kepada seluruh tim pengadaan di Kementerian Sosial,” tegasnya.

BACA JUGA:Mamuju Tengah Usulkan Lahan Baru Sekolah Rakyat, Kemensos Minta Sertifikasi Dipercepat

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Air Kali Bekasi dan Medan Satria Menghitam, Warga Khawatir Bikin Anak Sakit
• 2 jam lalu
0
thumb
Mainan Motif Tentara Jadi Saksi Bisu Anak Buruh di Kudus Lolos Taruna Akmil
• 21 jam lalu
0
thumb
Kodim 1207 Pontianak Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kubu Raya
• 4 jam lalu
0
thumb
Masih Ada Kans ke Semifinal Piala AFF 2026, Lini Belakang Timnas Indonesia Jadi PR Paling Krusial Jelang Bertemu Singapura
• 10 jam lalu
0
thumb
Legislator NasDem Geram Nakes Diduga Hina Pasien BPJS: Tak Punya Moral
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.