BEKASI, KOMPAS.com – Kondisi air di Kali Bekasi dan Kali Medan Satria yang berwarna hitam pekat, dipenuhi busa putih, serta mengeluarkan bau menyengat membuat warga sekitar khawatir.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak yang masih kerap bermain di sekitar sungai.
"Namanya anak-anak kadang susah dilarang. Itu yang bikin kami waswas," ujar Heri (55), warga sekitar Kali Medan Satria, saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Air Kali Bekasi dan Kali Medan Satria Menghitam, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Perubahan kondisi air mulai terlihat sekitar tiga hingga empat bulan lalu.
Pada awalnya, warna air hanya sesekali berubah, tetapi belakangan semakin pekat dan bertahan dalam waktu lama.
"Awalnya enggak separah sekarang, tapi lama-lama airnya makin hitam," kata Heri.
Selain berubah warna, bau tidak sedap yang berasal dari sungai juga semakin terasa.
Aroma menyengat paling sering tercium pada pagi dan malam hari hingga masuk ke dalam rumah warga.
"Kalau lagi duduk di luar rumah atau buka pintu, baunya masuk. Jadi enggak nyaman," kata dia.
Meski belum mengetahui penyebab pasti perubahan warna air tersebut, Heri berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber pencemaran dan mengambil langkah penanganan.
Baca juga: Motor Dicuri, Perempuan di Bekasi Mengaku Malah Diintimidasi dan Dianiaya
"Terus airnya dibersihkan supaya enggak bau lagi dan masyarakat juga merasa aman," kata Heri.
Keluhan serupa disampaikan Ernah (35), warga lain yang tinggal di sekitar Kali Medan Satria. Ia sempat mengira perubahan warna air hanya bersifat sementara.
Namun, hingga kini kondisi sungai belum juga membaik.
"Kalau lagi lewat dekat kali langsung kecium. Kadang sampai masuk ke rumah juga baunya, apalagi kalau pagi sama malam," ujar Ernah.
Komentar (0)