DEPOK, KOMPAS.com - Polisi masih mencari bagian tubuh korban mutilasi, Kunaefi (51), yang jasadnya dibuang di lahan kosong wilayah Pancoran Mas, Depok.
Saat pertama ditemukan, jasad hanya bagian kepala hingga pangkal paha.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan, tim pencari telah melakukan pencarian di berbagai wilayah Depok.
Baca juga: Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Pria Bernama Kunaefi
Namun masih belum menemukan titik terang.
"Di wilayah depok sudah dilakukan (pencarian), sesuai nanti hasil penyelidikan bisa berkembang," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Diketahui, pelaku membuang bagian kaki korban ke sungai di Pitara, Pancoran Mas.
Pencarian dilakukan juga dengan mengecek rekaman CCTV untuk mencari bukti pendukung dalam mengungkap kasus tersebut.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya melalui Subdit Resmob telah menangkap pelaku yang diduga membunuh dan memutilasi korban.
Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, mengatakan, pelaku bernama Saepul (26) ditangkap pada Rabu (5/8/2026) pagi.
"Pelaku ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya hari Rabu tanggal 5 Agustus 2026 pukul 04.15 WIB di Pandeglang Banten saat melarikan diri," kata Dimitri saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.
Baca juga: Mengapa Jasad Tak Utuh di Depok Baru Ditemukan Setelah 12 Hari? Begini Kondisi Lokasinya
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Saepul dan korban sudah saling kenal lewat media sosial.
Mereka sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Namun, pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan melukai leher korban menggunakan pisau.
"Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah," ujar Budi lewat keterangan tertulis.
Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang dan menjualnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)