Kebun Harmoni Turut Bangkitkan Harapan Baru Warga di Huntara Aceh Tamiang

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, ACEH - Warga penyintas di Kabupaten Aceh Tamiang berhasil memanen sayuran hidroponik dan ikan lele hasil budidaya bersama melalui Program Kebun Harmoni.

Program Kebun Harmoni merupakan kolaborasi PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bersama Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) untuk mendukung pemulihan masyarakat melalui pendekatan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan.

BACA JUGA: Ratusan Kelompok Warga Jakarta Menanam Pangan Bersama, Ewindo Sediakan Benih Unggul

Program ini membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan dan pendampingan agar mampu menghasilkan pangan secara mandiri, baik selama tinggal di Huntara maupun setelah kembali ke rumah mereka.

Selama beberapa bulan terakhir, warga mengikuti pelatihan budidaya sayuran hidroponik, pemanfaatan growbox di lahan terbatas, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, hingga pembuatan pupuk organik cair dan bokashi.

BACA JUGA: Yuk Ikutan Bright Gas Cooking Competition 2026, Berhadiah Ratusan Juta!

Pendampingan dilakukan secara bertahap sehingga masyarakat tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga mampu merawat, mengelola, hingga memanen hasilnya secara mandiri.

Bagi banyak keluarga di Huntara, panen ini memiliki arti yang sederhana namun penting. Sayuran yang dipetik sendiri membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, sementara ikan lele menjadi sumber protein yang mudah diakses.

BACA JUGA: Hadirkan Investasi yang Lebih Terintegrasi, Trimegah Perbarui Aplikasi Trima+

Vice President Director PT East West Seed Indonesia (EWINDO), Isak Heryawan mengatakan keberhasilan program ini tidak diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi dari tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk bangkit bersama.

"Di EWINDO, kami percaya benih bukan hanya awal dari sebuah tanaman, tetapi juga awal dari harapan. Karena itu, kontribusi kami tidak berhenti pada penyediaan benih," ujar Isak.

"Melalui Kebun Harmoni, kami ingin berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, dan membantu membangun kemampuan agar mereka dapat menghasilkan pangan secara mandiri. Ketika masyarakat mampu menanam, memanen, dan berbagi hasilnya bersama, di situlah ketahanan pangan sekaligus harapan mulai tumbuh," imbuhnya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis Picu Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 4-7 Agustus
• 16 jam lalu
0
thumb
Kadin Optimistis RI dan Thailand Bisa Genjot Kerja Sama Sektor Ketahanan Pangan
• 12 jam lalu
0
thumb
KPK Temukan Bupati Kuansing Nonaktif Sunat TPP ASN Hingga 50%
• 6 jam lalu
0
thumb
Atasi Macet, Dishub Depok Uji Coba Pembatasan U-Turn di Jalan Kartini
• 9 jam lalu
0
thumb
KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi SPBU
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.