Jakarta, VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) optimistis bahwa Indonesia dan Thailand memiliki peluang besar untuk maju bersama secara global dalam sektor ketahanan pangan. Hal itu dilakukan dengan menggabungkan kekuatan sumber daya, biodiversitas, serta pengalaman panjang kedua negara di bidang agrikultur.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, menyampaikan, kolaborasi Indonesia dan Thailand tidak hanya perlu diarahkan untuk meningkatkan daya saing, tetapi juga menciptakan keunggulan bersama yang mampu bersaing di tingkat dunia. Kunci untuk mencapai posisi tersebut berada pada inovasi yang dilakukan.
“Ada banyak kesempatan di halal, energi bersih, konektivitas digital, hingga manufaktur yang lebih maju, dan juga ekonomi digital. Tapi ada satu area di mana saya percaya kita berdua bisa melakukan ini secara global bersama. Itulah ketahanan pangan,” kata Anindya, Seasa, 4 Agustus 2026.
Anindya menilai, Thailand telah memiliki reputasi internasional dalam sektor pertanian, mulai dari produk beras hingga berbagai komoditas buah tropis yang telah diterima pasar global.
Namun, ia menekankan bahwa persaingan antara Indonesia dan Thailand bukan menjadi fokus utama. Menurutnya, kedua negara justru memiliki kekuatan yang dapat saling melengkapi untuk membangun ekosistem pangan yang lebih kuat. “Indonesia membawa banyak sumber daya, biodiversitas," ucapnya.
Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Thailand menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030 melalui penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama usai menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam (3/8).
"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Prabowo.
Dalam kunjungan PM Thailand ke Indonesia yang pertama dalam 15 tahun terakhir itu, kedua pemimpin mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030 sebagai pedoman memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang. (Ant)






Komentar (0)