Tragis! Tiga Singa di Kebun Binatang Mati Diduga Tak Kuat Suhu Panas

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Singa (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Suhu ekstrem dan kelembapan tinggi yang melanda Jepang memakan korban satwa. Tiga ekor singa betina di Taman Zoologi Tama (Kebun Binatang Tama), Tokyo, dilaporkan mati akibat dugaan heatstroke (sengatan panas), sementara beberapa lainnya masih harus menjalani perawatan medis intensif.

Melansir Euro News, berdasarkan keterangan resmi pihak kebun binatang, 10 dari total 16 ekor singa di kebun binatang tersebut mulai menunjukkan gejala penurunan kondisi tubuh sejak pertengahan Juli, seperti hilang nafsu makan dan penurunan aktivitas yang signifikan.

Baca: Panas Membara, Suhu di Wilayah Ini Tembus 50 Derajat Celcius

Juru bicara Kebun Binatang Tama mengonfirmasi bahwa pemeriksaan awal dari dokter hewan menunjukkan indikasi kuat heatstroke sebagai penyebab kematian, yang ditandai dengan dehidrasi parah dan kegagalan multiorgan.


Dokter menjelaskan bahwa meski singa dikenal tangguh menghadapi cuaca panas, kelembapan tinggi khas musim panas Jepang menyulitkan proses penyesuaian tubuh satwa tersebut.

"Panas di sini disertai kelembapan tinggi, hal ini berbeda dengan panas berudara kering di habitat asli mereka di Afrika. Musim panas tahun ini pun datang secara tiba-tiba setelah berakhirnya musim hujan pada akhir Juli," ujar juru bicara kebun binatang.

Guna mencegah memburuknya situasi, pengelola Kebun Binatang Tama resmi menutup area kandang singa-termasuk wahana populer bus safari hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pihak kebun binatang juga memperketat prosedur mitigasi dengan menyemprotkan air secara rutin, memperlancar ventilasi, dan memasang unit AC portabel di area penampungan satwa.

Kritik Organisasi Satwa

Peristiwa tragis ini memicu respons keras dari kelompok hak asasi hewan, PETA. Organisasi tersebut menyoroti tiga singa yang mati dengan menyatakan bahwa hewan-hewan tersebut terpaksa menghabiskan seluruh hidupnya dalam kurungan.

PETA menegaskan bahwa kebun binatang komersial sering kali gagal mengutamakan kebutuhan mendasar satwa liar saat menghadapi krisis lingkungan.

"Kebun binatang bukanlah tempat penyelamatan atau suaka; keberadaannya bertujuan memamerkan hewan demi keuntungan, bukan mengutamakan kebutuhan hewan," ungkap PETA dalam sebuah pernyataan.

Tragedi ini terjadi di tengah gelombang panas hebat yang menguji ketahanan infrastruktur dan kesehatan publik Jepang. Menurut Badan Pemadam Fire and Disaster Management Agency mencatat hampir 18.600 orang dilarikan ke rumah sakit akibat heatstroke hanya dalam periode 20-26 Juli. Ada 45 kematian yang terkait suhu panas.

Musim panas di Jepang terus memecahkan rekor, mencapai puncaknya pada 5 Agustus 2025 di Isesaki dengan suhu menyentuh 41,8°C. Wilayah Jepang kini rutin mencatat suhu di atas 40°C yang dikategorikan sebagai "hari panas yang menyiksa".


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Spider-Man: Brand New Day Raup Pendapatan Rp15,3 T Secara Global

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sjafrie Beberkan Rencana Baru Kerja Sama dengan Thailand
• 22 jam lalu
0
thumb
Kiat Kahitna Bertahan 40 Tahun di Industri Musik: Saling Menerima dan Bersyukur
• 3 jam lalu
0
thumb
Dirjen Dukcapil Tutup Rakornas & Rilis Data Kependudukan Semester I 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Jasad Tak Utuh Ditemukan Terbungkus Karung di Depok, Ketua RW: Belum Ada Laporan Orang Hilang
• 8 jam lalu
0
thumb
PIHPS: Harga cabai rawit Rp45.150/kg, telur ayam Rp24.000/kg
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.