Buku Langka Diduga Dihancurkan Demi Mengembangkan AI

beautynesia.id
2 jam lalu
Cover Berita

Selama ini, buku memang dikenal sebagai jendela dunia. Dengan membuka dan membaca buku, kita bisa mendapatkan banyak hal mulai pengetahuan, sejarah, atau belajar berempati lewat membaca buku fiksi.

Akan tetapi, kabar tak sedap kini harus dihadapi oleh masyarakat, terutama book lovers. Seperti yang dilansir dari The Guardian, sejumlah penulis menggugat hak cipta terhadap perusahaan AI, Anthropic di Amerika Serikat. Dokumen pengadilan bahkan sudah dibuka untuk publik awal tahun ini dan mengungkapkan bahwa Anthropic melakukan praktik yang disebut ‘destructive scanning’ atau pemindaian dengan cara merusak buku.

Dalam praktik ‘destructive scanning’, perusahaan membeli buku-buku fisik, lalu memotong bagian punggung buku agar setiap halaman lebih mudah dipindai. Setelah itu, mereka akan menghancurkan sisi buku menjadi buku kertas.

Metode destruktif ini dianggap jauh lebih cepat dan murah, sehingga seperti yang dilansir dari Tom’s Hardware, lebih banyak dipilih oleh perusahaan AI. Namun, konsekuensinya adalah jutaan buku harus dihancurkan.

Dokumen pengadilan tersebut juga menunjukkan bahwa praktik tersebut sengaja dirahasiakan. Namun, hakim justru memutuskan tindakan destructive scanning ini sah berdasarkan hukum hak cipta Amerika Serikat, karena dianggap hal itu sebagai bentuk ‘transformative use’ atau penggunaan yang bersifat transformatif.

(dmh/dmh)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertemuan Rahasia Harry dan Raja Charles III, Kehadiran Meghan Markle Jadi Sorotan
• 14 jam lalu
0
thumb
Tingkat Positif COVID-19 di Tiongkok Lampaui 20%, IGD Penuh, Penggunaan Obat Meningkat Tajam
• 23 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir Beri Dukungan Penuh Khiev Sameth Kembali Pimpin AFF hingga 2031, Sebut Jadi Jalan ASEAN Diperhitungkan FIFA
• 20 jam lalu
0
thumb
PMOS Tak Hanya Soal Hormon, Daraloka Ajak Publik Pahami Luka Perempuan di Balik Stigma
• 23 jam lalu
0
thumb
Kadin Indonesia Teken Dua MoU dengan Thailand, Anindya Targetkan Perdagangan USD30 Miliar
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.