Kadin Indonesia Teken Dua MoU dengan Thailand, Anindya Targetkan Perdagangan USD30 Miliar

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kadin Indonesia dan Thailan menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) strategis. Kerjasama itu ditargetkan mencapai nilai perdagangan USD30 Miliar.

Kadin Indonesia Teken Dua MoU dengan Thailand, Anindya Targetkan Perdagangan USD30 Miliar. (Foto: Rohman Wibowo/iNews Media Group)

IDXChannel - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan penguatan sinergi ekonomi antara Indonesia dan Thailand melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) strategis. Langkah ini dinilai menjadi momentum krusial untuk mempererat kerja sama perdagangan, investasi pasar karbon, hingga mendorong ketahanan pangan di kawasan ASEAN.

Pernyataan Anindya ini disampaikan dalam forum bisnis Indonesia-Thailand, yang digarap Kamar Dagang Industri Indonesia dan Thailand. Forum ini menjadi lanjutan rangkaian lawatan PM Anutin dan delegasi bisnisnya ke Indonesia selepas bertemu Presiden Prabowo Subianto, kemarin (3/8/2026).

Baca Juga:
Pastikan Keamanan Investasi, Hashim Ajak Thailand Masuk Pasar Karbon RI

Anindya memaknai kunjungan PM Thailand ke Indonesia ini sebagai momen bersejarah lantaran kali pertama sejak kurun waktu 15 tahun belakangan. Anin menekankan momentum ini dimanfaatkan dunia usaha kedua negara untuk memperkuat sinergi ekonomi.

"Kita tahu bahwa Thailand dan Indonesia adalah dua ekonomi terbesar di ASEAN yang mewakili hampir 350 juta orang dengan output mendekati dua triliun dolar. Kami melaporkan telah menandatangani dua MoU, yakni kerja sama antara Kadin Indonesia dengan Board of Trade dan Kamar Dagang Thailand, serta kerja sama mengenai pasar karbon," kata Anindya dalam acara Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga:
Nilai Ekonomi RI-Thailand Berpotensi Tembus USD2 Triliun dari Empat Sektor Kerja Sama

Anindya mengatakan soal kerja sama pasar karbon difokuskan untuk membangun ekosistem perdagangan emisi yang berintegritas tinggi serta saling terhubung di kawasan regional. Inisiatif ini dinilai sangat tepat waktu di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan industri yang meningkatkan kebutuhan energi secara global.

"MoU pasar karbon dimaksudkan untuk memajukan pasar karbon berintegritas tinggi dan memobilisasi investasi proyek karbon seiring lonjakan industri AI. Hari ini kita berfokus pada ekonomi halal, jasa, dan manufaktur hilir yang menjadi area tempat kita dapat membuat perbedaan besar," ujar Anindya.

Baca Juga:
Ketum dan Jajaran Kadin Menghadap Presiden Prabowo di Istana, Ada Apa?

Hubungan bilateral Indonesia dan Thailand ditopang oleh komitmen kuat terhadap multilateralisme serta pemajuan kemakmuran kawasan ASEAN. Kadin Indonesia menegaskan kesiapan penuh mendukung keketuaan Thailand di ASEAN pada tahun 2028 melalui wadah Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN-BAC) dan Dewan Penasihat Bisnis APEC.

"Perdagangan di antara kita mencapai USD17,5 miliar dan kedua pemimpin sudah membahas pencapaian target USD30 miliar pada 2030, disertai investasi masuk lebih dari USD100 juta. Sebagai bapak pendiri ASEAN, Indonesia dipastikan mendukung penuh Thailand yang akan menjabat ketua ASEAN pada 2028," tutur Anindya.

Komitmen multilateral kedua negara tercermin pula dari keberadaan Sekretariat ASEAN di Jakarta dan kantor ESCAP PBB di Bangkok. Untuk mengoptimalkan potensi pasar yang besar, dunia usaha membutuhkan inovasi dalam skala masif pada sektor ekonomi digital, konektivitas, hingga manufaktur maju.

Di luar sektor ekonomi digital dan energi hijau, Anindya mendorong kedua negara untuk bersinergi menjadi pemimpin dunia di sektor ketahanan pangan. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian pertanian modern Thailand, mulai dari beras melati hingga buah-buahan tropis, dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati Indonesia.

"Ada satu bidang yang saya yakini kedua negara dapat menjadi pemimpin global bersama, yaitu ketahanan pangan. Indonesia membawa sumber daya alam melimpah, keanekaragaman hayati, dan skala besar, sedangkan Thailand membawa keahlian puluhan tahun, inovasi, dan kepemimpinan global dalam pertanian," kata Anindya. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Kadis PUPR Kota Bengkulu, Cecar soal Proyek Pengolahan Limbah
• 15 jam lalu
0
thumb
Respons Putusan MK, Kepala BGN: Makan Bergizi Gratis Konstitusional, Tetap Berlanjut
• 11 jam lalu
0
thumb
Thailand Tawarkan Jadi Pemasok Beras hingga Daging ke RI, tapi Minta Jatah Pupuk Urea Ditambah
• 16 jam lalu
0
thumb
IHSG Ditutup Merah dan Net Sell Rp 707,6 M, Asing Lego Saham TPIA, AMMN, BMRI
• 17 jam lalu
0
thumb
Polisi Jadi Dosen di Ubisa Tegal, Wakapolri: Perkuat Kolaborasi di Dunia Pendidikan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.