Lukas Luwarso: Prabowo Terlalu Menikmati Kursi Presiden

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lukas Luwarso menilai Presiden Prabowo Subianto sangat menikmati posisinya sebagai kepala negara.

Menurut Lukas, Prabowo kini dikelilingi lingkaran loyalis yang selalu memujanya, bahkan bertepuk tangan atas pidato yang dianggap publik kurang bermutu.

"Jadi dia betul-betul menikmati sekarang menjadi presiden dikelilingi Yes Men, para loyalis yang akan memuja-muja bertepuk tangan. Kalo kita lihat di TV pidato Prabowo itu pidato yang tidak bermutu, tapi orang pada ketawa tepuk tangan. Nah itu kan ironis banget sebenarnya," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (5/8). 

Lukas menambahkan, dengan latar belakang keluarga intelektual, seharusnya Prabowo memiliki kemampuan berpikir lebih baik dibandingkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi ya kalau secara latar belakang mestinya begitu bahwa dia mestinya sih lebih punya kemampuan berpikir lebih baik ketimbang Jokowi," tandasnya.

Sebagai informasi, gaya pidato spontan Prabowo kerap menuai kritik karena menggunakan istilah umpatan atau sindiran tajam. Misalnya kata “ndasmu” saat merespons kritik kabinet gemuk di HUT ke-17 Gerindra, serta istilah “Londo Ireng” untuk menyentil pihak yang dianggap membela asing.

Gaya bicara tanpa teks ini dinilai berisiko menimbulkan blunder politik. Beberapa pernyataannya, seperti meminta orang yang merasa Indonesia suram untuk pindah negara, dianggap terlalu emosional.

Baca Juga: Internal Gerindra Bergejolak: Prabowo Dikhawatirkan Jadi Boneka Jokowi

Media seperti Tempo menilai pidato kerakyatan Prabowo sering kali berjarak atau kontradiktif dengan realitas kebijakan pemerintahannya. Namun bagi para pendukung, gaya tanpa teks justru menunjukkan karakter pemimpin yang jujur, tegas, berapi-api, dan tidak jaim.

Pihak Istana menegaskan fokus utama pidato Prabowo adalah membangun optimisme nasional, persatuan, kemandirian ekonomi, serta kedaulatan negara, bukan sekadar mempermasalahkan potongan kalimat atau diksi yang digunakan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Heboh Kabar Pemberlakuan Tilang Manual dan Kenaikan Denda hingga 150 Persen, Kakorlantas Ungkap Faktanya
• 19 jam lalu
0
thumb
Perang Komentar Justin Hubner vs Do Hoang Hen Memanas! Sindiran Balas Sindiran Usai Indonesia Dibantai Vietnam
• 30 menit lalu
0
thumb
Sosok Widhiyarini Pangestika, Nakes Suruh Pasien BPJS Potong Urat Nadi
• 8 jam lalu
0
thumb
Birokrasi di Persimpangan Jalan
• 7 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Butuh Berapa Poin untuk Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026? Ini Hitungannya
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.