Raksasa energi Inggris, BP, mengatakan bahwa laba bersihnya meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal II-2026.
IDXChannel - Raksasa energi Inggris, BP, mengatakan bahwa laba bersihnya meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal II-2026.
Dilansir dari AFP pada Rabu (5/8/2026), perang di Timur Tengah mendorong lonjakan harga bahan bakar.
Laba setelah pajak melonjak menjadi USD3,91 miliar (Rp70 triliun) pada periode April-Juni, naik tajam dari USD1,62 miliar pada kuartal II-2025.
Lima perusahaan energi Barat terbesar -- BP, Chevron, ExxonMobil, Shell, dan TotalEnergies -- melaporkan laba bersih gabungan hampir USD47 miliar pada kuartal kedua. Pendapatan meningkat pesat akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Ini merupakan salah satu periode paling terdisrupsi di pasar energi global," kata CEO BP Meg O'Neill.
Perusahaan-perusahaan energi besar di seluruh dunia menikmati keuntungan besar dari bisnis perdagangan energi mereka. Harga minyak dan gas berjangka berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan besar akibat berita yang terkait dengan perang di Timur Tengah.
Serupa seperti laba, pendapatan BP melonjak 47 persen menjadi USD70 miliar pada kuartal II-2026 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)